RABU , 14 NOVEMBER 2018

KPK Dinilai Tak Berdaya

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 30 Mei 2017 13:37
KPK Dinilai Tak Berdaya

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Anti Commitee Corruption (ACC) Sulawesi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai tak bertaring. Penilaian itu berdasarkan penanganan kasus dugaan korupsi yang disupervisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel ke KPK.

Sebut saja kasus dugaan korupsi proyek Bandara Mengkendek, Tana Toraja yang hingga kini belum dilimpahkan ke kejaksaan sejak kasus ini bermula tahun 2012 lalu.

“Yang jadi masalah kenapa kasus ini (Mengkendek) masih terputar-putar di Polda. Nah ini ada apa?,” ujar Badan Pekerja ACC, Wiwin Suwandi diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (30/5).

Dijelaskan, supervisi dilakukan dengan alasan, pertama untuk memberikan bantuan kepada institusi daerah untuk mengusut kasus dan menemukan alat bukti yang banyak. Kedua memberikan kekuatan untuk memotong intervensi dari pihak manapun. Namun faktanya KPK tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Lalu buat apa supervisi dilakukan kalau misalnya KPK hanya melimpahkan 8 tersangka padahal faktanya ada 9 tersangka. Mungkin karena ada faktor x dan y yang tidak bisa mencukupkan tersangka menjadi 9, hal dipertanyakan kenapa KPK masuk namun tidak berdaya dan tidak maksimal menuntaskan kasus bandara Mangkendek,” tambah Wiwin Suwandi.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisiono mengatakan, semua kasus tidak ada yang tidak ditangani secara serius. Hanya saja kata dia memang perlu waktu untuk menyelesaikan setiap kasus.

“Sekarang ini tim penyidik masih memeriksa saksi ahli yang ditunjuk oleh KPK, jadi kita tunggu saja,” singkat Yudiawan.

[NEXT-RASUL]

Saat diminta identitas delapan tersangka kasus ini, Yudhiawan enggan menyebutnya. Namun informasi yang dihimpun ada enam orang yang disebut-sebut anggota tim sembilan yakni, tiga kadis aktif dan tiga mantan kadis di Tana Toraja.

Seperti, Kepala Bappeda inisial YS, Kadis Kehutanan dan Perkebunan inisial HP, Kadis Perhubungan inisial AS, Mantan Kadis PU inisial ZJ, Mantan Kadis Pertanian inisial YP dan Mantan Kadis Tata Ruang inisial GP. (***)


div>