SENIN , 10 DESEMBER 2018

KPK Diteror

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 12 April 2017 10:40
KPK Diteror

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, usai salat Subuh di Masjid Al-Iksan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4).

Menanggapi aksi teror terhadap KPK, sejumlah aktivis dan pemerhati korupsi di daerah, termasuk di Sulsel mengutuk keras tindakan tersebut.

Wakil Direktur Anti Corruption Commitee (ACC) Kadir Wokanubun saat ditemui di kantornya, mengatakan bahwa aksi teror tersebut menunjukan perlawanan secara fisik untuk melemahkan KPK dalam pengusutan sejumlah kasus korupsi, salah satunya adalah mega proyek korupsi e-KTP. “Tindakan penyerangan anggota KPK merupakan perbuatan biadab dan tidak berprikemanusiaan, ini salah satu indikasi sebagai langkah pelemahan KPK dengan cara menganggu konsentrasi dalam pengusutan kasus oleh KPK. Mengingat bahwa Novel Baswedan adalah penyidik senior KPK yang bertugas menggusut kasus besar di Indonesia,” ujar Kadir.

ACC menilai bahwa aksi teror berupa penyerangan dengan air keras kepada Novel Baswedan adalah target yang sudah direncanakan oleh koruptor untuk di habisi, hal ini dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Novel Baswedan dengan sengaja. “Pak Novel ini sudah menjadi target berupa pembuntutan, menabrak dan juga aksi teror secara langsung seperti yang dialami sekarang ini,” ungkap Kadir.

Ia menambahkan bahwa dengan kejadian ini menjadi hal yang sangat penting buat Polri, KPK dan Masyarakat Sipil sebagai tim Independen untuk melakukan pengusutan kasus yang menimpa Novel Baswedan. Selain itu pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo mesti mengambil sikap tegas, untuk memberikan perhatian khusus dalam hal ini. “Kita berharap Presiden Jokowi untuk memerintahkan Kapolri mengusut dan menemukan pelaku teror fisik terhadap Novel Baswedan dan peran serta polri untuk mengusut dan memberi rasa aman bagi seluruh warganya yang telah diberi amanat oleh undang-undang, memberi rasa aman kepada seluruh Anggota KPK dalam bekerja,” harapnya.

Senada disampaikan Aktivis ACC Sulawesi lainnya, Wiwin Suwandi. Menurutnya adanya aksi kriminal yang dilakukan terhadap penyidik KPK itu merupakan bentuk teror bagi lembaga hukum yang paling dipercaya oleh masyarkat saat ini.

Wiwin juga menyebutukan jika teror fisik terhadap Novel Baswedan memiliki sensifitas sangat tinggi terhadap penegakan hukum Tipikor yang saat ini begitu banyak disidik. “Tentunya keseriusan Polri diperlukan menangkap pelaku sekaligus aktor intelektual penyerangan. Jangan seperti kasus yang pernah dialami aktivis ICW Tama Satya Langkun pada Juli 2010 lalu, dimana Polri gagal menangkap pelaku sekaligus aktor intelektualnya,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Senada disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah. Ia menilai serangan ini bukan teror ke Novel pribadi saja, melainkan teror atas gerakan pemberantasan korupsi secara keseluruhan. Bahkan teror ini bisa dipersepsikan diarahkan juga kepada negara. “Pemerintah seolah senyap selama ini dalam pemberantasan korupsi. Ada diucapan tapi tidak ada tindakan dalam penegakan hukum. Kejadian ini sesungguhnya menjadi tamparan bagi pemerintah sekarang yang cenderung seolah main aman. Sebaliknya koruptor semakin ganas dan memperlihatkan kekuatan. Kita tidak bisa diam. Negara harus hadir mengusut kasus ini secara tuntas,” tukasnya.

KOPEL juga mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden sudah saatnya tegas memosisikan dirinya¬† sebagai panglima besar dalam pemberantasan korupsi yang memiliki kepekaan dan antisipasi. Kasus terbesar di depan mata dan sedang berproses sekarang adalah kasus¬† mega korupsi E -KTP dan melibatkan para elit di negeri ini. “Pemerintah harus hadir dengan segala kewenangannya untuk membackup KPK untuk menuntaskan cepat kasus ini,” tegasnya.

Penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan oleh orang tak dikenal juga mendapat kecaman dari anggota DPRD Sulsel.

Anggota Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB mengatakan sangat menyayangkan adanya insiden penyerangan tersebut. “Saya mengutuk keras atas penyerangan terhadap Pak Novel, hal ini tidak boleh dibiarkan terus berulang,” kata Irfan.

Ia menambahkan, penyerangan terhadap Novel Baswedan adalah upaya untuk menahan laju pemberantasan korupsi yang saat ini sedang massif dilakukan oleh KPK di Indonesia. “Saya berharap agar hal ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam hal ini Pak Joko Widodo sebagai Presiden RI untuk bertindak cepat, dan memerintahkan kepada pihak terkait untuk segera mengusut dan menangkap pelakunya,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Sulsel lainnya, Arum Spink menilai apa yang dialami oleh Novel Baswedan adalah upaya pelemahan dan pencedaraan terhadap proses hukum. “Saya kira negara tidak boleh kalah dengan segala bentuk kejahatan, apa yang dialami oleh Pak Novel adalah tindakan yang mencederai proses penegakan hukum terhadap korupsi,” pungkasnya.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku sudah berbincang dengan keluarga Novel Baswedan, saat menjenguknya, Selasa (11/4) siang. Dia pun tahu, ini bukan serangan yang pertama kali dilakukan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. “Novel ini sudah yang kelima kali, ini bukan yang pertama kali,” kata Anies.

Menurutnya, menegakkan kebenaran melawan korupsi itu memang penuh resiko dan berhadapan dengan tantangan yang besar. Bagi Anies kejadian yang menimpa sepupunya itu bukan hal yang aneh. “Kami enggak kaget. Tapi justru tidak akan mengendurkan. Kami meneruskan tradisi perjuangan orang tua kami. Orang tua-orang tua kami ini bertarung untuk republik ini, sekarang kami bertarung untuk mempertahankan republik ini biar tetap bersih. Dan Novel berada di garis depan berhadapan dengan para koruptor,” tegas Anies.

[NEXT-RASUL]

Anies menegaskan bahwa keluarga besarnya mendukung Novel dalam menjalankan tugas bersih-bersih koruptor di negeri ini.”Kami semua sekeluarga tahu bahwa Novel ini tangguh, kuat, dan akan melewati ini dengan baik,” tuturnya.

Anies Baswedan menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan yang menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kata Anies, dengan kejadian ini Novel semakin bersemangat untuk menyelesaikan dan menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia. “Novel sendiri semangat terus, dan dia bilang dia harus maju terus dan malah semakin semangat,” ujar Anies.

Calon Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, Novel juga sempat berbicara kepadanya. Novel mengaku tugasnya belakangan ini semakin berat. Karena banyak kasus yang ditanganinya, salah satunya adalah korupsi e-KTP. “Kita berharap Novel segera pulih,” katanya.

Selain itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, Novel akan dipindah ke Jakarta Eye Center, Menteng. Itu dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa cairan kimia di bola matanya.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad ikut mengecek keadaan penyidik KPK Novel Baswedan. Abraham mengutuk keras penyerangan yang dilakukan kepada Novel Baswedan itu. Menurutnya, serangan ini adalah cara-cara kotor yang dilakukan orang tertentu untuk membungkam aksi pemberantasan korupsi. “Ini adalah cara yang biadab, cara yang ingin membungkam orang yang ingin menegakkan kebenaran, cara-cara yang ingin membungkam orang yang ingin berantas korupsi di Indonesia,” kata Samad.

[NEXT-RASUL]

Menurutnya, cara-cara biadab seperti ini sama dengan kriminalisasi. Oleh karenanya, ia meminta negara dan aparat dapat memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara, seperti Novel yang tengah mengemban tugas negara. “Kalau negara tidak maksimal perlindungan, maka semua orang akan takut, nanti yang menang malah koruptor atau orang-orang yang ingin merusak negara selama ini,” kata Samad.

Sementara aparat Polres Metro Jakarta Timur mengambil keterangan keluarga Novel Baswedan di kediamannya Jalan Deposito nomor T/8, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) pukul 17.00. Selama satu jam, polisi memeriksa satu per satu keluarga Novel. “Kami periksa saksi-saksi tambahan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Nasriadi saat keluar dari kediaman Novel pukul 18.00.

Dia menjelaskan, keterangan yang diambil berkaitan dengan aksi teror yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Nasriadi tidak menjelaskan, isi pertanyaan yang diajukan kepada keluarga.

Hanya saja, menurut dia, keterangan itu diambil untuk mengungkap kasus ini. “Ada hal-hal yang belum bisa kami sampaikan di sini sampai nanti prosesnya sempurna kami bisa mengungkap perkara ini,” kata dia.

Selain itu, kata dia, sejauh ini polisi sudah memeriksa 14 saksi. Menurutnya, saksi ini bisa jadi bahan dasar untuk mengungkap kasus penyiraman air keras kepada Novel. “Saksi sudah kami periksa sekitar 14 orang yang mengetahui, melihat, dan ada pada saat itu di sekitar TKP. Tapi masih proses pendalaman,” kata dia. (E)


div>