SELASA , 23 OKTOBER 2018

KPK Jalankan Strategi Baru Ungkap Korupsi e-KTP

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Sabtu , 10 Desember 2016 13:00

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Eksekutif Centre for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Agus Rahardji menggunakan strategi baru dalam membongkar kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri tahun 2011-2012.

Ini terlihat dari keseriusan KPK yang selama ini lambat dan sangat hati-hati menangani kasus tersebut, tiba-tiba menggeber pemeriksaan saksi-saksi dari kalangan anggota DPR.

“KPK punya strategi baru. Dari hasil temuan atau pengembangan kasus e-KTP ini, ada info baru dugaan aliran dana ke Senayan. Maka banyak anggota dewan pada dipanggil,” kata Uchok saat dikonfirmasi, Sabtu (10/12).

Ini disebut strategi baru oleh Uchok, karena penyidikan tidak dimulai dari para mantan pejabat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melainkan para wakil rakyat.

“Ini strategi baru. Penyidikan dimulai dari anggota dewan agar jangan dituduh politis. Fokus pada anggota DPR karena dianggap paling lemah, penakut dan paling gampang mau berteriak siapa saja yang menikmati uang e-KTP ketika sudah jadi tersangka,” katanya.

Karenanya Uchok berharap KPK tidak segan-segan dalam menyasar para wakil rakyat jika ditemukan dua alat bukti yang cukup menjadikan mereka tersangka.
“Dengan banyak anggota dewan yang jadi tersangka, nanti pasti akan menuduh pejabat negara yang terlibat,” tambah Uchok. (fat/jpnn)


Tag
div>