SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

KPK Periksa Nurhadi atas Petinggi Lippo Group Jadi Tersangka

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 24 Desember 2016 13:19
KPK Periksa Nurhadi atas Petinggi Lippo Group Jadi Tersangka

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal akan kembali memeriksa mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrahman. Pemeriksaan Nurhadi menyusul penetapan tersangka Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sindoro dalam dugaan suap terkait pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (24/12).

“Semua pihak yang terkait dengan perkara ini sepanjang dibutuhkan dengan penyidikan akan dipanggil,” kata Febri.

Meski demikian, Febri belum mengungkap jadwal pasti pemeriksaan Nurhadi oleh penyidik KPK.

KPK resmi mengumumkan penetapan tersangka Eddy Sindoro, Jumat (23/12) kemarin. Eddy diduga memberikan suap kepada Panitera PN Jakpus, Edy Nasution sebesar USD 50 ribu.

Suap diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara dua anak usaha Lippo Group, PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus. Padahal, pengajuan itu telah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang.

Dalam berkas putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai inisiator suap pengurusan perkara Lippo Group di PN Jakpus. Terkait hal itu, Eddy meminta bantuan kepada Nurhadi untuk menerima berkas pendaftaran PK PT AAL.

Nurhadi lantas memerintahkan Edy Nasution untuk segera memasukkan berkas pendaftaran PK meski pengajuannya sudah melewati batas waktu.

Uang suap kepada Edy Nasution kemudian diserahkan melalui perantara Doddy Ariyanto Supeno, orang kepercayaan Eddy Sindoro.  (Put/jpg/rol)


div>