SENIN , 19 NOVEMBER 2018

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Gedung IPDN

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 14 Maret 2017 21:10
KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Gedung IPDN

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan tahap II Gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Rokan Hilir, Riau.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (14/3).

Tiga tersangka itu adalah Dudy Jocom, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pusat Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mantan Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan dan Bambang Mustaqim, Senior Manager PT Hutama Karya.

Febri mengatakan, tiga tersangka itu diduga telah menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri dan orang lain atau korporasi dalam pembangunan Gedung IPDN dengan nilai proyek Rp 91,62 miliar tersebut. Sehingga, menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 34 miliar.

Ketiganya disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah memproses perkara lain untuk pembangunan Gedung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dua dari tiga tersangka, yakni Dudy dan Budi juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya diduga merugikan keuangan negara Rp 34 miliar dari total nilai proyek Rp 125 miliar.

Budi juga telah divonis bersalah dalam kasus korupsi lain, yaitu pembangunan Gedung Diklat Pelayaran di Sorong. Indikasi kerugian negara dalam proyek tersebut sebesar Rp 24,2 miliar. (put/JPG)


div>