JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

KPPU Akan Teliti Penyebab Disperitas Harga di Hypermart dan Lotte Mart

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 16 Mei 2017 23:06
KPPU Akan Teliti Penyebab Disperitas Harga di Hypermart dan Lotte Mart

Suasana saat inspeksi mendadak (Sidak) disebuah tempat distributor. Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di pasar tradisional dan Retail Hypermart dan Lotte Mart, Mall Panakukkang, Jalan Panakukang, Makassar, Selasa (16/5). Sidak ini dilakukan guna mencari tahu disparitas yang kerap kali dilakukan untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Seperti diketahui, menjelang bulan suci ramadhan yang sebentar lagi tiba, sejumlah pasar tradisional dan pasar modern mengalami kenaikan harga pangan, seperti Bawang Putih yang melonjak tinggi dengan harga bervariatf. Hal itu terbukti dalam sidak itu dengan menemukan adanya disparitas pada harga bawang putih yang cukup bervariasi.

Terkait hal itu, Ketua KPPU cabang Makassar, Ramli Simanjuntak menjelaskan, dari sidak yang dilakukan didua pasar modern karena adanya perbedaan harga pada bawang putih, seperti di Hypermart harga bawang putih berkisar Rp 59 ribu, di Lotte Mart kisaran Rp 54 ribu sehingga sementara di cek di distributor bawang yang ada di pasar terong harganya berkisar Rp31 ribu per-kilonya.

Menurutnya, disparitas ini akan dilihat, kalau memang pengakuannya mengambil bawang dari luar dan bukan di pasar terong, maka pihaknya akan meminta agar pihak Hypermart dan Lotte untuk menerangkan semuanya.

“Kalau memang alasannya ambil bawang dari Jakarta dan itu sudah menjadi ketentuan pemasarannya, kita justru meminta agar itu diubah, apa bedanya kalau mereka ambil dari terong,” tegasnya.

Ia mengaku perbedaan (disparitas) harga yang cukul signifikan itu bisa di indikasikan sebagai sebuah permainan, hanya saja pihaknya masih akan melihat lebih jauh lagi.

“Pihak pusat akan teliti dulu agar bisa ditahu faktor penyebab perbedaan harga ini. Dan sebenarnya untuk memantau di pasar modern lebih gampang, kita bisa lihat dari mana dia mengambil bawang, berapa harganya, kalaupun alasannya ada pajak, saya kira hal itu juga tidak terlalu signifikan mempengaruhi harga,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Ramli melanjutkan, saat ini untuk Sulsel pasokan 9 bahan pokok terjamin dan aman, ditambah lagi pemerintah sudah mengeluarkan Harga Eceran Tertinggi alias Het.


div>