Senin, 24 Juli 2017

KPPU dan Kemendag Godok Penyeragaman HET Komoditas Beras

Minggu , 16 Juli 2017 20:58
Penulis : Reza Riyaldi
Editor   : Ashar Abdullah
Ilustrasi. (int)
Ilustrasi. (int)
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini menggodok penyeragaman harga atau menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada para pelaku usaha di pasar tradisional dan tasar swalayan (Retailer Modern).

Hal tersebut dilakukan karena adanya perbedaan harga antara produsen di tingkat petani dan end user (pengguna). Salah satunya seperti komiditi beras

Terkait hal itu, Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf mengatakan penyeragaman harga ini atau penetapan HET di komoditas beras diduga adanya disparitas harga.

"Kalau kita lihat saat ini, hampir merata seluruh Indonesia harga beras di produsen mengalami kekurangan. Dan harganya berbeda-beda ada yang Rp7300 hingga Rp7500 perkilonya,jika masuk ke konsumen terakhir mereka jual seharga sekitar 10 ribu perkilonya. Ini terbukti adanya disparitas harga atau margin yang dinikmati oleh orang-orang yang ada di rantai distribusi," ujar Syarkawi saat ditemui di Gedung Keuangan, Jl Urip Soemohardjo, Makassar, Minggu (16/7).

Menurutnya, sebanyak kurang lebih 3000 dirantai distribusi. Jika dikali dengan jumlah produksi padi sebesar 79 hingga 80 juta ton per tahun, akan terjadinya konversi ke beras jikalau dikali dengan margin tersebut.

"Ini terjadi konversi ke besar, kalau mau di tahu menurut data Kementan ada kurang lebih 186 triliun di nikmati orang-orang. Ini cukup lumayan besar, ini membuat kami akan fokus agar bisa mengurangi marginnya serta memperbaiki rantai distribusi," ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa KPPU, Polri, Kementan dan Kemendag akan menggodok penetapan HET komoditas beras di berbagia pasar tradisional maupun retail modern.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*