KPPU Ingatkan Stop Monopoli Proyek Di Pangkep

Suasana sosialisasi undang undang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, (11/10). Foto: Atho/RakyatSulsel

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Ramli Simanjuntak memperingatkan kepada seluruh panitia lelang barang dan jasa, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Organisasi Perangkat Daerah OPD Kabupaten Pangkep, untuk tidak memonopoli proses pelelangan.

Hal tersebut diungkapkan Ramli saat kegiatan sosialisasi undang undang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, (11/10).

Ramli membeberkan, dari data KPPU sejak tahun 2000, terdapat 75% kasus korupsi berasal dari kasus pengadaan barang dan jasa, yang dikuasai oleh oknum tertentu, baik itu milik penguasa atau yang memiliki kekuasaan terhadap pengadaan barang dan jasa.

“Ini sebagai bentuk advokasi kita untuk Pangkep. Jangan sampai terjadi hal-hal yang sampai terendus persekongkolan oleh kami. Selain advokasi kita juga akan melakukan evaluasi dan monitoring untuk semua OPD,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terkait dugaan monopoli proyek barang dan jasa di Pangkep, pihaknya tetap memberikan perhatian. Bahkan, KPPU sendiri telah mengendus dugaan tersebut, namun pihaknya masih belum menerima laporan secara resmi.

“Semua daerah kita pantau, termasuk Pangkep, dan dugaan tersebut sudah kami dengar, tapi untuk laporan resmi kami belum ada”, jelasnya.

Terpisah, Kepala bagian Pembangunan Pangkep, Burhanuddin mengatakan, saat ini Pemkab Pangkep melelang sebanyak 77 paket proyek, dengan angka kurang lebih Rp112 miliar.

“Kita ada proyek lelang 77 paket, nilainya itu Rp112 miliar diluar dari pengadaan lain dan langsung, kita harap berjalan sesuai aturan perundang undangan”, tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here