MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

KPPU Siap Awasi Distribusi Beras Impor

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 20 Januari 2018 14:00
KPPU Siap Awasi Distribusi Beras Impor

Ketua KPPU RI, M Syarkawi Rauf. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keputusan pemerintah melalui Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukito, untuk mengimpor beras tidak dapat diperdebatkan lagi, namun yang perlu dilakukan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) adalah soal pendistribusiannya.

Hal ini dikemukakan Ketua KPPU RI, M Syarkawi Rauf, usai serah terima jabatan Ketua KPPU Sulsel dari Ramli Simanjuntak kepada Aru Armando di Kantor Keuangan RI Lantai 6 Jalan Urip Sumoharjo Makassar, kemarin.

“Keputusan impor beras tidak terelakkan lagi,” ujarnya.

Syarkawi menegaskan, KPPU berkomitmen mengawasi sistem pendistribusiannya agar tidak merugikan pihak tertentu. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan, pemerintah dalam hal ini Badan Usaha Logistik (Bulog) benar-benar hanya mendistribusikan kepada daerah-daerah yang dianggap kekurangan stok beras. Dalam artian tidak memasok ke daerah yang selama ini surplus beras, karena efeknya kepada petani nantinya.

Syarkawi pun meminta secara tegas kepada pemerintah pendistribusiannya benar-benar transparan terkait jumlah dan tujuan pendistribusiannya.

Selama ini sejumlah daerah terutama sentra penghasil beras, seperti Sulsel, Jabar, Jateng, Jatim, dan Sumsel masih surplus beras. Daerah-daerah tersebut juga menyuplai beras ke provinsi yang kekurangan.

Mantan Ketua KPPU Sulsel ini, meminta kebijakan pemerintah mengimpor beras benar-benar hanya untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan secara nasional semata dan tidak ada tujuan lain.

Adapun data yang diperoleh KPPU RI, kuota impor beras ini sebanyak 507 ton. “Jangan sampai impor beras ini merugikan petani,” tegasnya.

KKPU akan memonitor pengeluaran beras impor tersebut dari gudang-gudang Bulog ke pasar. Keberadaan beras impor ini jangan sampai mengganggu pendistribusian beras-beras lokal yang menyebabkan kerugian salah satu pihak.

“Kita harapkan beras impor ini dapat memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat dalam sistem perberasan di Indonesia,” jelasnya. (*)


div>