MINGGU , 16 DESEMBER 2018

KPU All Out di MA

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Jumat , 23 Maret 2018 14:13
KPU All Out di MA

Dok. RakyatSulsel

– Proses Kasasi Tak Ganggu Tahapan Pilwalkot

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar bakal teruji di Mahkamah Agung (MA), setelah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) memutuskan membatalkan keputusan KPU Makassar Nomor 35 tentang penetapan pasangan calon walikota-wakil walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari.

Mampukah KPU Makassar meyakinkan Hakim MA, bahwa keputusan KPU menetapkan pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) sudah benar dan sesuai prosedur?. Semua itu tergantung pada kemampuan tim hukum serta komisioner KPU untuk memberikan bukti-bukti kuat yang akan menguatkan SK penetapan calon oleh KPU Makassar.

Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed memastikan, KPU Makassar akan melawan putusan PT TUN yang membatalkan pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 2 hingga ke MA.

“KPU sudah pasti akan mengajukan kasasi. Karena KPU punya alasan kuat untuk meyakinkan Mahkamah Agung, bahwa keputusan KPU menetapkan pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari sudah benar dan sesuai prosedur. Tapi secara resmi kita akan mengajukan kasasi setelah menerima salinan putusannya,” terangnya.

Adapun mengenai kesiapan KPU Makassar untuk mengajukan kasasi ke MA, komisioner KPU Makassar yang membidangi divisi Data, Informasi dan Hubungan Antar Lembaga mengaku saat ini pihaknya sedang berada di Jakarta untuk melakukan konsultasi dengan KPU RI, terkait sengketa pilkada. Di mana KPU telah menetapkan calon nomor urut 2 sebagai peserta, kemudian dibatalkan oleh putusan PT TUN, setelah menerima keseluruhan gugatan tim hukum Appi-Cicu.

“Teman-teman sedang ke Jakarta untuk konsultasi dengan KPU RI, kita memang sudah niatkan untuk banding kasasi di MA. Nanti kalau sudah konsultasi di Jakarta, kami akan rapatkan kembali dengan kuasa hukum kami, ibu Marhuma Majid termasuk bantuan dari tim hukum yang terdiri dari KPU Sulsel dan akan akan diatensi oleh KPU pusat,” beber Rahma Sayyed.

Selain itu, ditegaskannya pula jika KPU Makassar tetap akan memperjuangkan hasil keputusannya yang telah menetapkan pasangan DIAmi sebagai calon Wali kota dan wakil wali kota Makassar.

“Kita akan bekerja semaksimal mungkin terkait putusan yang membatalkan keputusan kami, kami akan berjuang agar putusan itu tidak jadi dibatalkan, karena ini masih panjang untuk persiapan tanggal 27 Juni nanti,” tandasnya.

Koordinator Divisi hukum KPU Makassar, Wahid Hanyim menambahkan, pengajuan atau pendaftaran kasasi di MA akan di lakukan sebelum tanggal 28 Maret mendatang. “Kasasi kita upaya ke MA sebelum tanggal 28 Maret,” ujarnya melalui via seluler Kamis (22/3).

Menurut Wahid, sejauh ini persiapan KPU sudah matang. Untuk proses banding pihaknya yakin tak mengganggu jalannya tahapan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) yang saat ini berlangsung memasuki tahapan kampanye terbatas dan debat jilid II.

“Kami yakin Kasasi tak mengganggu jalannya Pilwalkot. Proses tahapan masih tetap berjalan sesuai dengan yang diatur dalam PKPU,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Komisioner KPU Kota Makassar Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Andi Syaifuddin ikut menegaskan bahwa keputusan PT TUN terkait pembatalan SK KPU untuk Paslon DIAmi, KPU justru akan all out untuk melawan secara hukum.

“Dengan keputusan PT TUN itu, justru kami KPU akan all out, bukan hanya dari sisi anggaran yang digunakan tetapi personil ahli hukum juga akan bertambah untuk memenangkan putusan di MA nanti,” demikian Andi Syaifuddin.

Pakar hukum Unhas Makassar, Prof. Dr. Hamdan Zoelva yang dikonfirmasi mengenai akan ada Kasasi sangketa Pilkada Makassar di MA. Tak mau berkomentar banyak. Menurutnya atas dasar bukti Appi-Cicu, bisa dibuktikan di MA nanti. “Ada bukti, ini menjadi pembuktian di sidang nanti,” singkatnya. (*)


div>