SENIN , 19 NOVEMBER 2018

KPU Distribusikan Kertas Suara

Reporter:

Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 09 Juni 2018 15:30
KPU Distribusikan Kertas Suara

Dok. RakyatSulsel

* Bawaslu Siap Bekerja Maksimal

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel tinggal menyisahkan dua pekan lagi. Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel telah menyiapkan seluruh perlengkapan pemilihan terutama kertas suara yang nantinya akan dicoblos para pemilih dibilik suara.

Terkait hal itu, komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi mengatakan pendistribusian kertas suara telah dilakukan secara simbolis dengan melepaskan satu unit mobil truk yang akan dibawa di delapan kabupaten/kota tersebar diwilayah utara Sulsel.

“Hari ini (kemarin) ada delapan kabupaten yang kita distribusikan kertas suara,” kata Syarifuddin Jurdi, Jumat (8/6).

Ia menyebutkan, delapan daerah tersebut akan diserahkan KPU setempat untuk dilakukan persortiran yakni Kabupaten Pangkep, Barru, Kota Parepare, Pinrang, Luwu, Kota Palopo, Luwu Timur dan Luwu Utara. Sementara, kata dia, untuk wilayah selatan Sulsel, pihaknya akan mendistribusikan kertas suara pada tanggal 9 Juni.

“Besok (Hari ini) kita merencanakan kabupaten yang terjauh khususnya kepulauan Selayar, dan kita usahakan dipagi hari,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui secara persis berapa jumlah yang dikirim kedelapan daerah tersebut. “Saya tidak tau persis berapa jumlahnya, namun berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 2,5 persen ditambahkan tiam Tempat Pemungutan Suara (TPS),” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengaku pihaknya baru menyerahakan kertas suara untuk segera disortir di KPU kabupaten/kota. Mengingat, kata dia, saat ini masih ada logistik yang saat ini masih dalam percetakan. “C6 baru ditender beberapa hari lalu, tapi kami menargetkan tanggal 13-14 kebutuhan logistik sudah selesai semua,” ucapnya.

Adapun untuk daerah yang wilayahnya masih sulit dijangkau melalui darat maupun laut, Syarifuddin mengatakan jika cuaca tidak bersahabat seperti kepulauan Selayar, Pangkep kepulauan dan Luwu Utara khusus daerah Seko akan dilakukan pengiriman jalur udara.

“Ada dua teknis, lewat darat atau lewat udara, kalau lewat daratnya sulit kita akan melakukan lewat udara,” ujarnya.

Sementara itu, KIomisioner KPU Pangkep, Aminah mengatakan pihaknya dari jauh menunggu kedatangan kertas suara Pilgub. Mengingat, kata dia, ada kecamatan yang ada harus ditempuh hingga 26 jam untuk tiba dikecamatan tersebut.

“Beberapa hari kita sudah sampaikan ke KPU Sulsel agar lebih diawalkan, karena ada dua kecamatan terjauh harus berangkat pada tanggal 17 Juni mendatang,” kata Aminah.

Ia menyebutkan, dua kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Liukang Tanggaya dan Liukang Kalmas. Menurutnya, kedua kecamatan tersebut harus menempuh hingga 26 jam diatas laut. “Kalau pada dua kecamatan itu bisa kita tempuh dari 24 jam hingga 26 jam. Dan ini baru kecamatan, kalau dari desa-desa kepulauan memakan hingga 4 hari,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan mempercepat penyortiran kertas suara untuk dua kecamatan tersebut. “Kecamatan Liukang Tanggaya ada 1264 DPT dan untuk Liukang Kalmas 8732 DPT. Kan malam ini (kemarin) tiba maka kita upayakan agar segera menyortir dengan mengutamakan dua pulau ini,” pungkasnya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi mengatakan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu sangat ketat.

Menurutnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota juga ikut melakukan pemantauan mulai dari pengangkutan hingga sampai gudang. Bahkan, kata dia, perpindahan logistik surat suara harus melalui persetujuan Panwaslu terlebih dahulu.

“Itu Panwaslu itu mengikuti sejak dipetakan sampai digudang. Ada Panwaslu dan tidak mungkin dilepas. Setiap perpindahan logistik itu tidak boleh dipindahkan tanpa ada Panwaslu,” kata Laode.

Ia menambahkan, Panwaslu kabupaten/kota juga akan memeriksa langsung logistik untuk memastikan kesesuaian dengan dengan data yang dimiliki oleh Panwaslu. Jangan sampai, kata dia, ada perbedaan data dengan logistik yang masuk ke kabupaten.

“Panwaslu memeriksa langsung logistik untuk memastikan tidak ada kecurangan. Semua dokumennya itu ada di Panwaslu, berapa jumlahnya, kemudian pada saat nanti diperiksa kembali. Itu akan kelihatan berapa yang rusak dan baik,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan pendistribusian surat suara. Ia meminta untuk meminimalisir kesalahan sehingga apapun yang terjadi dengan surat suara wajib sepengetahuan Panwaslu.

“Semua dicatat dan ada berita acaranya di Panwaslu. Kalau ada ketidaksesuaian dengan data yang dipegang Panwaslu dengan logistik langsung berarti ada masalah. Kalau terjadi seperti itu KPU-nya lagi yang dipersoalkan kenapa bisa seperti itu. Pokoknya dikawal, termasuk yang rusak juga itu dimusnahkan itu harus disaksikan oleh Panwaslu,” pungkasnya. (*)


div>