SENIN , 22 OKTOBER 2018

KPU Legowo, Jalankan Putusan Bawaslu

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Sabtu , 13 Oktober 2018 09:40
KPU Legowo, Jalankan Putusan Bawaslu

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Meskipun telah berusaha keras menjegal mantan narapidana kasus korupsi untuk bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg), namun akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) legowo dan mematuhi putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Tetapi, KPU tetap masih akan melakukan verifikasi dokumen terhadap tiga mantan narapidana kasus korupsi yang statusnya sebagai Caleg diselamatkan oleh Bawaslu tersebut.

Ketua KPU Sulsel, Misna Attas, mengatakan, KPU sebagai penyelenggara menghormati putusan Bawaslu Sulsel mengenai status caleg mantan narapidana kasus korupsi. KPU akan menjalankan putusan tersebut, namun pihaknya masih melakukan verifikasi kevalidan berkas sesuai mekanisme yang berlaku.

“KPU menjalankan putusan Bawaslu, tentu atas petimbangan yang ada,” kata Misna, Jumat (12/10).

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Sulsel, Asradi, menegaskan, putusan tersebut sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, baik di Peraturan KPU maupun Peraturan Pemilu.

“Gugatan caleg mantan narapidana dari Partai Berkarya, kami sudah kabulkan,” ungkap Asradi.

Meskipun beda dapil, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco, mengaku sangat optimistis kader Partai Berkarya yang merupakan mantan napi itu lolos di parlemen. Gugatan yang diajukan kader partai besutan Tomy Suharto itu, diyakini sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang ada di Peraturan Pemilu.

“Insyallah, saya juga berkeyakinan bahwa caleg ini akan lolos ke parlemen,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar caleg tersebut tak perlu khawatir, status sebagai mantan napi akan dimanfaatkan oleh lawan politiknya. Mengingat, semua yang bertarung sudah memiliki basis massanya masing-masing.
“Tak perlu ada yang dikhawatirkan,” pesannya. (*)

 


div>