RABU , 13 DESEMBER 2017

KPU Makassar Gelar Diskusi Gerakan Masyarakat Kawal Pilwali 2018

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Kamis , 07 Desember 2017 21:40
KPU Makassar Gelar Diskusi Gerakan Masyarakat Kawal Pilwali 2018

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partisipasi pemilih merupakan alat ukur yang paling dekat dan logis menilai sukses tidak sebuah hajatan pemilihan umum.

Setidaknya itulah yang memotivasi KPU Kota Makassar menggelar Diskusi yang mengangkat tema ‘Peningkatan Partisipasi Pemilih’ bersama Ormas dan OKP Kepemudaan, di Aula KPU Makassar, Kamis (7/12).

Peserta yang hadir adalah pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiah, Gerakan Muda Indonesia Tionghoa, Fatayat NU, GP Anshor Makassar Himpunan Mahasiswa Makassar, Gerakan Difabel untuk Kesetaraan, Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) dan PMII.

Diskusi ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara KPU Kota Makassar dengan OKP.

“Ini menjadi sangat strategis di tengah kesibukan KPU menjalani tahapan pilkada serentak dengan SDM dan waktu yang terbatas, tentu melibatkan kelompok masyarakat akan sangat membantu,” ungkap Komisioner KPU Makassar, A Syaifuddin.

Disamping itu, lanjutnya, pelibatan masyarakat juga menjadi penting karena filosofi pilkada dan pemilu itu sebagai pesta tentu akan menjadi pesta yang sesungguhnya, jika masyarakat tidak hanya terlibat pada hari ‘H’ 27 Juni 2018 mendatang, tetapi juga sudah terlibat secara aktif dalam proses tahapan pemilihan.

“KPU Makassar memiliki obsesi menjadikan masyarakat warga Makassar sebagai Relawan Demokrasi Pemilihan. Tentu ini tugas berat tetapi dengan banyak melibatkan ormas/okp dan tokoh pemuda masyarakat Insya Allah akan bukan tidak mungkin akan ada gerakan-gerakan #Kawal Pilwali, #kawal demokrasi dan lainnya,” bebernya.

Menurutnya, selama ini yang menonjol itu hanya gerakan calon, tim sukses dan KPU sendiri sebagai penyelenggara. Belum terwujud secara masif gerakan masyarakat yang tidak berafiliasi ke kepentingan calon dan partai tertentu.

“Kita berharap lahir sebuah gerakan kesadaran membangkitkan gairah masyarakat untuk mengawal tahapan pemilihan walikota dan pentingnya berpartisipasi di TPS. Inilah titik tujuan yang diperjuangkan KPU Kota Makassar,” tandasnya. (*)


div>