RABU , 21 NOVEMBER 2018

KPU Makassar Launching Rumah Pintar Pemilu, Balla Panrita

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 31 Maret 2017 10:04
KPU Makassar Launching Rumah Pintar Pemilu, Balla Panrita

MDFAJAR/RAKYATSULSEL LAUNCHING RUMAH PINTAR - Ketua KPU Kota Makassar, Syarief Amir berbincang dengan pemilih pemula, di sela-sela Launching Rumah Pintar Pemilu yang ditempatkan di Kantor KPU Kota Makassar, Jl Perumnas Antang, Kamis (30/3).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Meningkatkan partisipasi pemilih dan pengetahuan masyarakat tekait pelaksanaan pemilu, Komisi Pemilihan Umum semakin mengintensifkan pola sosialisasi dan edukasi politik, melalui Rumah Pintar Pemilu. Khusus di Sulsel, KPU tengah membentuk sedikitnya 15 Rumah Pintar Pemilu.

Di Makassar, KPU telah melaunchingnya dengan nama Balla Panrita, Kamis (30/3), kemarin, yang ditempatkan di Kantor KPU Kota Makassar, Jl Perumnas Antang.

Ketua KPU Kota Makassar, Syarief Amir menggambarkan, Rumah Pintar Pemilu merupakan media pembelajaran seluruh siswa-siswa dan para pemilih pemula serta masyarakat umum yang dibuka secara gratis dan merupakan prgram KPU RI. “Ini merupakan progaram KPU RI dan KPU Makassar mendapatkan dukungan dari 10 rumah pintar yang ada di Sulsel,” katanya.

Dirinya juga mengatakan jika rumah pintar tersebut memperlihatkan tata cara pemilihan dari awal mula pemilihan digelar. “Didalamnya telah menyajikan sejumlah data, mulia dari sejarah pemilu tahun 1955 hingga  hingga Pemilu terakhir 2014,” ujarnya.

Dirinya juga menuturkan untuk siswa-siswa yang usianya sudah mencapai 17 tahun atau sudah bisa mengikuti pemilihan 2018 mendatang, bisa saja langsung ke kantor KPU Makassar pada saat jam kerja. “Kita buka secara umum, bagai siapa yang ingin mengetahui tata cara pemilihan dengan datang langsung pada saat waktu kerja,” ungkapnya.

Komisoner KPU Sulsel yang juga hadir Faisal Amir menjelaskan, jika  rumah pintar merupakan upaya KPU memberikan pendidikan sekaligus meningkatkan minat pemilih pemula pada saat Pilkada 2018 dan Pileg 2019 nanti. “Rumah pintar merupakan sumber informasi tentang kepemiluan. Jadi ini dikelola oleh divisi partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih ini merupakan program dari KPU RI, yang sudah berjalan tiga tahun lalu. Khusus di Sulsel, program Rumah Pintar Pemilu baru berjalan sejak setahun lalu,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Balla Panrita berada dalam satu ruangan disediakan khusus untuk menghimpun berbagai informasi terkait pemilihan umum. Di antaranya sistem dan sejarah pemilu di Indonesia. Seperti para peserta, tahapan dan penyelenggara pemilu, hingga maket tempat pemungutan suara. Ada juga mini teater berisi beragam informasi aktual terkait data pemilu di Makassar. KPU mengklaim data dihimpun sejak pemilu tahun 1955 hingga 2014.

Meski berisi peraga yang edukatif namun tidak semua bisa mengaksesnya utamanya para difabel kategori netra.

Salah satu difabel netra, Nur Syarif Ramadhan yang hadir dalam peluncuran itu mengakui terkesan dengan tata letak Rumah Pintar Pemilu itu. Hanya saja soal aksesibilitas, dia tak mampu mengakses secara langsung data-data yang ditampilkan. “Tidak ada kesulitan saat berada di sana dan ingin masuk. Meski tidak ada braille yang mengarahkan kesana. Tapi dari sisi difabel saya belum menemukan akses bagi difabel.” kata Syarif yang juga pengurus Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK).

Menurutnya dirinya merasa gamang dalam ruangan itu karena kesulitan untuk mengetuhi informasi terkait pemilu yang kesemuanya dalam bentuk tulisan. “Termasuk buku-buku tentang Pemilu. Nah itu dia karena semua buku dalam bentuk tulisan. Sementara netra akan cepat mengakses buku dengan teks braille. Dalam ruangan. Alangkah baiknya data yang terpampang juga baiknya dalam bentuk audio, ” lanjutnya.

Irawan Danu Amiruddin, pengurus PerDIK lainnya menambahkan KPU Makassar menyajikan semua informasi masih tentang KPU dan hasil kerjanya. Namun yang kurang dalam rumah pintar itu tarkait partai politik (parpol) dan visi dan misinya. “Info ini penting mengingat mereka kontestan. Yang ada lihat hanya bendera partai, ” jelasnya.

Danu sapaan akrab Irawan Danu Amiruddin, juga mengatakan di dalam ruangan terdapat contoh alat peraga kotak suara tapi tidak ada alat peraga khusus difabel. “Saya hanya melihat info terkait aturan atau syarat/regulasi terkait pemilihan. Sangat kurang informasi terkait hak warga negara, misalnya terkait kesetaraan hak, partisipasi pasca election dan lainnya. ” katanya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, tidak ditemukan informasi terkait visi, misi dan program kandidat, baik saat mencalonkan hingga terpilih. Menurutnya, hal itu penting karena publik akan mengetahui dan bisa mengevaluasinya. “Menurutku penting karena pemilu bukan hanya soal teknis dan mekanisme tapi juga bagaimanana kekuasaan bekerja dan dikontrol.” terangnya.

Selain meresmikan Rumah Pintar Pemilu, KPU Makassar juga meluncurkan aplikasi data pemilih dengan nama Sistem Data Pemilih Online (SIDOEL). Aplikasi ini sudah bisa mulai diunduh di Play Store bagi telepon berbasis OS Android. Aplikasi memungkinkan masyarakat mendapatkan hak akses informasi data pribadinya di data base KPU.

Sementara Kepala Sub Bagian Teknis KPU Sulsel, Ismail Masse mengatakan untuk tahun 2017, pilot projects ini hanya diperuntukkan untuk 15 kabupaten/kota saja. Selebihnya , kata dia, akan dikerjakan pada 2018 mendatang.

“Untuk tahun ini memang cuma 15 kabupaten/kota saja. Sisanya 9 KPU akan dikerjakan pada tahun 2018 mendatang. Dan insya Allah akan diselesaikan sebelum Pilkada Serentak 2018,” terangnya.

Ia menambahkan, program tersebut dikerjakan secara bertahap, lantaran menggunakan dana Anggran Pemerintah Belanja Negara (APBN). Menurutnya, jika KPU pusat cepat mencairkan anggaran pengerjaan rumah pintar pemilu tersebut, maka 9 KPU kabupaten/kota lainnya lainnya dapat segera dikerjakan.

“Kita tunggu dana dari pusat, jadi anggaran setiap daerah rumah pintar pemilu itu Rp 35 juta. Jadi angka itu memang peruntukan dari KPU pusat,” jelasnya.

Ismail menyebutkan Rumah Pintar Pemilu yang dikerjakan pada 2017 ini yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pinrang, Enrekang, Palopo, Wajo, Selayar, Bantaeng, Takalar, Luwu, Luwu Utara, Soppeng, dan Kota Parepare.

[NEXT-RASUL]

Lanjut, Ismail mengatakan keberadaan Rumah Pintar Pemilu tersebut merupakan inovasi yang dilakukan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih jelang pesta demokrasi 2018 mendatang.

“Ini bagian dari upaya kami dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan terciptanya pemilu yang baik. Apalagi kan nantinya banyak pemilih pemula,” terangnya. (D)


Tag
  • KPU
  •  
  • KPU Sulsel
  •  
    div>