SENIN , 18 JUNI 2018

KPU Minta Paslon Cabut APK yang Melanggar

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 31 Mei 2018 16:00
KPU Minta Paslon Cabut APK yang Melanggar

Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, dan Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, dan Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin menegaskan jika Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu paslon yang masih menjamur adalah pelanggaran karena bukan produksi KPU.

Menurutnya, untuk pengawasan adalah wewenang Bawaslu serta Panwaslu untuk melakukan penertiban jika dianggap melanggar ketentuan Pilkada.

“Itu tak boleh, paslon harus ikut aturan main. Tapi APK marak begini adalah rana dan kewenangan Paswaslu bersama Bawaslu untuk lakukan penertiban,” ujarnya saat ditemui di kantor KPU Sulsel, Rabu (30/5/2018).

Oleh sebab itu, mantan jurnalis ini mengimbau kepada paslon serta tim untuk mengikuti aturan sehingga hal yang berkaitan dengan APK segerah dicabut.

” Jadi, untuk imbauan khusus ke tim paslon agar mencabut atribut yang melanggar aturan Pilkada,” harap dia.

Ketua Fraksi Gerindra yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, Andi Baso Sugiarto, mengingatkan tim paslon nomor urut tiga di Pilgub Sulsel itu agar tidak berlaku curang.

“Saya harap Panwaslu menyikapi pemasangan banner paslon Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang sangat jelas menyalahi aturan kampanye. Pohon dirusak dan banyak poster yang dipasang di depan rumah ibadah,” ujar Andi Baso.

Di Jeneponto, poster NA – ASS disebutkan terpasang di lokasi yang di depan kantor pemerintahan. Semisal di depan Dinas Pertanian dan di beberapa perkantoran lainnya. “Katanya Prof Andalan? Tapi kok merusak lingkungan,” tambahnya.

Dikatakan Andi Bado, pasangan NA-ASS juga sudah jelas melanggar Pasal 30 ayat 9 PKPU No4/2017 terkait larangan alat peraga di areal kantor pemerintahan dan rumah ibadah, namun sepertinya tidak dihiraukan lagi oleh tim dan pendukungnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Prof Andalan, Kharuddin Nurman membantah jika pihaknya melakukan pemasangan APK. “Itu bukan kita yang pasang, yang jelas bukan tim yang melakukan itu,” katanya.

Dirinya menyebutkan memang saat ini ada yang kecil-kecil bermunculan tanpa sepengetahuanya. “Yang kecil ada mungkin menyubmang dan kita tidak tau itu,” ucapnya.

Bahkan Kharuddin Nurman menganggap jika saat ini masih ada juga kandidat APK masih bermuculan. “Saya kira bukan hanya bergambar prof namun ada juga kandidat lain masih ada bandonya,” jelasnya.

Namun dirinya tidak ingin menyebutkan siapa kandidat tersebut. (*)


div>