RABU , 19 DESEMBER 2018

KPU Sulsel Tunggu Juknis Penambahan Komisioner

Reporter:

Lukman

Editor:

Selasa , 07 Agustus 2018 13:00
KPU Sulsel Tunggu Juknis Penambahan Komisioner

Kantor KPU Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa jumlah Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tingkat kabupaten/kota berjumlah lima orang.

Putusan ini berdasarkan nomor 31/PUU-XVI/2018. Sebelumnya, sebahagian kabupaten/kota hanya memiliki tiga komisioner. Jumlah ini bertambah dengan dipertimbangkan beban kerja para penyelenggara pemilu ditingkat daerah.

Komisioner KPU Sulsel, Bidang SDM Faisal mengatakan, pihak KPU Sulsel akan menjalankan putusan MK tersebut. “Tentu kami akan jalankan rekrutmen di KPUD, karena anjuran MK merupakan sebuah keharusan,” ujanya, Senin (6/8/2018).

Faisai mengaku siap menjalankan aturan MK itu, hanya saja sebagi perpanjangan tangan di daerah masih menunggu petunjuk KPU pusat. “KPU Sulsel masih menunggu juknis dari KPU RI. Bagaimana mekanisme serta jadwal perekrutmen tambahan komisioner di daerah yang jumlah komisionernya masih tiga orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel sebagian daerah sudah memenuhi syarat yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Bone dan Wajo. “Daerah ini sudah cukup sesuai kuota yaitu jumlah komisioner lima orang,” terangnya.

Kemudian, masih ada tiga daerah yang sementara melakukan seleksi calon komisioner yaitu Kabupaten Bantaeng, Kota Palopo dan Kabupaten Sinjai. “Dan kabupaten yang sudah memiliki tiga komisioner akan ditambah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Faisal menyebutkan masih ada 13 kabupaten yang akan menunggu juknis KPU pusat untuk dilakukan seleksi. Mengingat masa aktif KPUD tersebut belum berakhir. “Misalnnya, Kabupaten Soppeng, Bulukumba, Takalar, Selayar, Maros, Pangkep, Barru, Tana toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Luwu Timur. Ini menunggu juknis KPU RI,” sebut dia.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Takalar dua periode itu menilai beban kinerja KPU kabupaten/kota lebih besar sehingga wajar ada penambahan. “Menurut saya, itu kebutuhan yang sangat mendesak, dibutuhkan karena menghadapi Pemilu,” pungkasnya.

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, lembaganya akan melakukan dua cara pertama adalah merekrut kembali orang-orang yang pernah ikut seleksi namun dinyatakan tidak lolos.

Langkah yang kedua yakni dengan melakukan rekrutmen ulang. Diberikan kesempatan untuk masyarakat umum. “Tetapi dengan catatan masih memenuhi syarat bagi tak lolos seleksi, jika tak memenuhi syarat, maka KPU melakukan langkah rekrutmen ulang,” singkatnya.

Komisioner KPU Bulukumba, Syamsu mengapresiasi putusan MK itu. Menurutnya, penambahan tersebut akan membantu dalam menghadapi semua event politik yang akan diselenggarakan.

Dengan adanya putusan MK, KPU Bulukumba akan menunggu instruksi atau keputusan KPU Sulsel dan KPU RI. “Saat ini, kami di daerah (Bulukumba) siap menerima penambahan dua komisioner yang baru. Posisi kami di daerah, tentu menunggu apa yang menjadi instruksi atau keputusan KPU Sulsel dan KPU RI,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Komisioner KPU Sidrap Divisi Teknis, Alimuddin Baharuddin. Ia mengaku meski masa jabatannya menyisahkan beberapa bulan lagi, dirinya tetap merespon baik apa yang telah diputuskan MK. “Lima orang saja tetap kewalahan, apalagi kemarin mau dikurangi menjadi tiga, dan saya kira ini putusan MK sudah tepat,” jelasnya. (*)


div>