JUMAT , 22 JUNI 2018

KPU Temukan 478.812 Pemilih Bermasalah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 28 September 2012 12:21

MAKASSAR – Dari hasil verifikasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menemukan ada 478.812 data pemilih yang berpotensi bermasalah. Temuan KPU ini jauh berbeda yang ditemukan oleh tim pemenangan pasangan Ilham-Aziz (IA) yang mencapai 1,4 juga pemilih ganda.

 

Sebelumnya, tim IA menemukan ada sekitar 1,4 juta pemilih ganda dari jumlah DP4 sebanyak 7,2 juta yang diberikan Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel ke KPUD Sulsel. Jumlah DPT 7,2 juta ini naik dibanding Pilgub 2007 lalu yang hanya sebanyak 5,2 juta untuk DPT.

Hanya saja, update informasi DP4 oleh KPUD Sulsel ini dinilai masih lambat. Disinyalir, lambatnya ini karena mekanisme kerja bagian Informasi Technology (IT) yang tidak maksimal. Ini berbeda dengan tim pemenangan IA yang justru lebih cepat melakukan verifikasi data DP4 ketimbang KPUD Sulsel.

Bahkan, sistem IT berupa aplikasi software pemutakhiran data pemilih yang dimiliki penyelenggara Pilgub Sulsel ini rawan terjadi pembobolan.

Menanggapi hal itu, selaku Ketua KPUD Sulsel, Jayadi Nas mengatakan, hingga kini pihaknya tak menemukan adanya kendala teknik IT sehingga berdampak pada tidak maksimalnya proses pemutakhiran data DP4.

“Hingga saat ini, kami belum menemukan masalah teknik terkait sistem IT KPUD. Kami punya sistem pengamanan sendiri dan kami juga punya tim IT yang berkompeten dalam hal ini,” ujar Jayadi Nas saat dikonfirmasi kemarin.

Ditanya tentang adanya indikasi pembobolan data dalam sistem IT yang dimiliki KPUD Sulsel, Jayadi mengaku hingga kini sistem IT KPUD Sulsel aman. “Kalau soal upaya pembobolan, saya pikir sistem KPUD hingga kini masih aman,” tangkisnya.

Jayadi menganggap adanya persepsi yang mengatakan sistem IT KPUD yang rawan dari upaya pembobolan, hanyalah upaya segelintir orang yang hendak mempolitisasi keadaan. Dia juga mengatakan, update data yang dilakukan masing-masing tim pemenangan kandidat, merupakan upaya untuk membantu KPUD Sulsel dalam mengawal Pilgub agar berjalan lancar.

Ditanya terkait ketersediaan sumber daya tenaga IT yang dimiliki, Jayadi mengatakan, pihak KPUD Sulsel memiliki beberapa tenaga ahli yang berkompeten. Hanya saja dia mengaku, untuk proses pemberdayaannya, itu urusan bagian teknik. Sedangkan untuk pengadaan software, dia mengatakan hanya bagian teknik yang tahu tentang hal itu.

“Kalau untuk soal yang lebih teknik, itu kerja petugas teknik. Saya sekadar mengetahui sesuai dengan kapasitas saya,” ungkap Jayadi.

Sementara itu, anggota KPUD Sulsel, Lomba Sultan, saat diminta penjelasannya mengenai penggunaan software KPUD Sulsel dalam proses pemutakhiran data DP4 mengatakan, dalam pengoperasian software untuk mengetahui data-data pemilih yang diduga bermasalah, KPUD menggunakan sistem karakter.

Menurut Lomba, ada mekanisme pendeteksian dengan menggunakan nama dan tempat tanggal lahir saja. Mekanisme yang seperti ini menurutnya disebut dua karakter.

“Ada juga menggunakan tempat tanggal lahir dan alamat domisili, ini namanya tiga karakter. Ada juga menggunakan nama, tempat tanggal lahir, alamat dan NIK. Ini namanya empat karakter,” ujar Lomba Sultan memberikan contoh.

Dengan sistem seperti itu, lanjut Lomba Sultan, potensi pemilih ganda bisa diminimalisir dan mudah dideteksi. Dia melanjutkan, meski banyak ditemukan dugaan data pemilih bermasalah namun belum bisa dikatakan ganda. “Itu baru dikatakan dugaan atau indikasi pemilih ganda, dan bukan pemilih ganda,” ujar Lomba.

Lomba juga mengatakan, dari penggunaan sistem karakter, sementara KPUD Sulsel menemukan data pemilih yang diduga bermasalah hanya 478.812. Data bermasalah inilah yang sedang dimutakhirkan oleh PPS dibantu PPDP sampai tanggal 14 oktober mendatang.

“Kami dari KPUD Sulsel mengapresiasi masyarakat yang mempersoalkan DP4 sebagai bentuk partisipasi sambil menunggu hasil pemutakhiran data oleh PPS dan dibantu PPDP di lapangan,” ungkap Lomba Sultan.

Temuan pemilih yang diduga bermasalah yang hanya 478.812 ini, jauh berbeda yang ditemukan oleh tim pemenangan pasangan Ilham-Aziz (IA). Sebelumnya, tim IA menemukan ada sekitar 1,4 juta pemilih ganda dari jumlah DP4 sebanyak 7,2 juta yang diberikan Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel ke KPUD Sulsel. Jumlah DPT 7,2 juta ini naik dibanding Pilgub 2007 lalu yang hanya sebanyak 5,2 juta untuk DPT.

 

Software Tim IA Beda

 

Sementara itu, menurut Tim IT IA, Hamka Hidayat, software di KPUD dapat dibuat oleh orang Informasi Tekonologi (IT) siapa saja. Serta, setiap tim pemenangan pasti juga memiliki tenaga IT yang memahami software tersebut.

“IT yang digunakan tim IA itu berbeda dengan apa yang dipergunakan KPUD Sulsel, namun sistem kerjanya hampir sama yang dipergunakan sehingga proses kerjanya sama dengan kerja software yang dipergunakan KPUD Sulsel. Kami cuma meminta KPUD Sulsel bila menyerahkan data pemutakhiran DP4 ke masing-masing tim pemenangan sebaiknya soft copy dalam bentuk exel dan bukan PDF karena akan mudah dikoreksi. Kami juga menantang tim pemenangan lainnya menyerahkan DP4 kalau ditemukan bermasalah,” papar mantan Ketua KPU Kota Palopo ini saat menyerahkan temuannya ke Ketua KPUD Sulsel, Jayadi Nas di Kantor KPUD Sulsel, Rabu (26/9).

Di tempat yang sama, Jayadi Nas menganggap, software yang dimiliki KPUD Sulsel sangat berbeda dengan apa yang dimiliki IT Tim IA, karena semua tim pemenangan pasti juga memiliki tenaga IT yang mengerti pengelolaan data PD4.

“Jadi jangan mi terlalu jauh beranggapan bahwa software KPUD mudah dibobol karena sistem pengelolaan DP4 KPUD Sulsel tidak memiliki jaringan online atau penghubung nirkabel,” timpalnya.

Pengamat Informasi Teknologi (IT), Roni menilai, semua software memang ada kesamaannya, namun software yang dipergunakan KPUD Sulsel itu bersifat rahasia. Kalaupun itu dipergunakan di luar KPUD maka bisa saja terjadi pembajakan software.

“Memang setiap software memiliki kesamaan sistem, akan tetapi itu tidak menuntut kemungkinan akan terjadinya pembajakan,” ulasnya kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Terpisah, Koordinator Pengendali Kapal Induk, Haris Yasin Limpo yang diminta tanggapannya enggan menuding adanya dugaan tersebut. Namun, jika memang dugaan itu betul maka KPUD Sulsel diminta untuk melakukan penjelasan kesamaan operasi sistem software tersebut.

“Saya sama sekali baru mendapat informasi itu. Jika memang dugaan itu benar, sebaiknya KPUD Sulsel melakukan klarifikasi dan Panwas ikut menelusuri dugaan tersebut,” pinta Haris Yasin Limpo, Kamis, (27/9).

Ketua Harian DPD II Partai Golkar Makassar ini menambahkan, andaikan betul itu kejadiannya maka informasi yang bersifat dugaan itu merupakan perbuatan yang mencederai penyelenggaraan pesta demokrasi Sulsel.

 

Tim IA Lapor KPU Sulsel Ke Bawaslu

 

Bukan hanya masalah DP4 yang menjadi polemik di KPUD Sulsel, tetapi verifikasi dukungan ganda partai politik. Saat ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah memproses laporan dari Tim IA yang menuding KPUD Sulsel tidak melakukan verifikasi terhadap petinggi-petinggi parpol yang hadir pada saat pendaftaran calon.

Kepala Bawaslu, Muhammad Alhamid, malam tadi mengatakan, pihaknya sementara berkoordinasi dengan panwas Sulsel seputar laporan dari Tim IA tersebut. “Saat ini, kami sementara memproses. Kami sementara mengkaji dan akan kami koordinasikan ke panwas setempat,” jelas Muhammad.

Laporan Tim IA sebut Muhammad, intinya menyoal tim verifikasi KPU Sulsel, yang tidak melakukan verifikasi terhadap petinggi-petinggi parpol yang hadir pada saat pendaftaran calon.

“Juga ada laporan soal beberapa prosedur yang dilengkapi. Mereka sudah lengkapi dengan data-data, tapi tentu saja, kami akan klarifikasi ke Panwas Sulsel, apakah mereka juga memiliki temuan serupa,” jelas Muhammad. (RS6-RS12-FMC/D)


Tag
div>