SABTU , 16 DESEMBER 2017

KPU Tolak 13 Parpol

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 20 Oktober 2017 11:17
KPU Tolak 13 Parpol

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Harapan 13 partai politik (parpol) untuk menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang, pupus sudah.
Pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 telah resmi ditutup, kini giliran Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan verifikasi, baik itu secara administrasi maupun faktual.

Diketahui, setiap parpol yang akan mendaftar menjadi peserta Pemilu 2019 diwajibkan memasukkan data ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang ada di situs KPU.

Syarat tersebut merupakan bagian dari proses penyelenggaraan pemilu. Sementara hingga tadi malam, sipol di situs KPU menunjukkan pendaftaran 13 parpol tidak diterima.

Dilansir dari sipol KPU, 13 parpol yang ditolak tersebut adalah Partai Indonesia Kerja, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Bhineka Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Reformasi, Partai Republik, Partai Republikan, serta Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo). Sementara, 14 parpol yang dokumennya sudah diterima KPU adalah Partai Perindo, PSI, PDI Perjuangan, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Berkarya, Demokrat, PKB, dan Garuda.

Divisi Hukum KPU Sulsel, Khairul Mannan, menegaskan, beberapa partai yang tidak lengkap dokumennya, tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya.  Yakni verifikasi faktual antara data yang disetor parpol dengan bukti di lapangan.

“Partai yang tidak lengkap, khusus kelengkapan dokumen, ini dianggap tidak lengkap. Belum gugur, hanya saja mereka tidak mengikuti proses verifikasi selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi via seluler, Kamis (19/10) kemarin.

Dia menambahkan, laporan KPU pusat sesuai situs sipol, parpol yang diumumkan tidak lolos tidak bakal bisa mengikuti pemilu jika berdasarkan Peraturan KPU pusat.
“Kalau kita merujuk Peraturan KPU pusat, parpol tak lolos bisa saja tidak ikut pemilu,” terangnya.


div>