RABU , 13 DESEMBER 2017

KPU-Unibos Deklarasi Anti Golput

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Lukman

Kamis , 23 November 2017 08:30
KPU-Unibos Deklarasi Anti Golput

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) menggelar seminar pendidikan politik untuk menyasar pemilih pemula dan pemilih muda dalam memberikan wawasan lebih dalam terkait Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilakda) di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Rabu (22/11).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) menggelar seminar pendidikan politik di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Rabu (22/11).

Kagiatan tersebut bertujuan untuk menyasar pemilih pemula dan pemilih muda dalam memberikan wawasan lebih dalam terkait Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilakda).

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan KPU Goes To Campus yang pertama kali digelar adalah Ketua KPU Sulsel, Muh Iqbal Latief dan Guru Besar Hukum Unibos Prof Marwan Mas

Dalam paparannya, Iqbal Latief mengatakan kegiatan seminar dengan tema Pilkada Bersih Tanpa Hoax bertujuan penyelenggara memberikan beberapa masukan kepada mahasiswa agar menjadi pemilih pemula dan pemilih muda yang demokratis juga anti Golongan Putih (Golput).

Menurutnya, seluruh masyarakat mulai dari mahasiswa sebagai penentu masa depan bangsa ini harus mampu menjadikan Pemilu dan Pilkada sebagai wadah berkedaulatan bangsa.

“Sehingga mahasiswa kedepannya dapat menjadi agent bagi perwujudan harapan dalam Pemilu yang dihasilkan dari partisipasi penuh,” kata Iqbal.

Ia menjelaskan, kampus merupakan tempat terbaik untuk mengawali perubahan. Menurutnya, kampus menjadi laboratorium intelektual untuk menyadarkan masyarakat bahwa jangan pernah menyianyiakan hak untuk memiliki demi keberlangsungan hidup.

“Bukan hanya sadar terhadap hak memilih, tetapi mahasiswa juga harus cerdas menyaring informasi terkait Pemilu maupun Pilkada yang saat ini marak tersebar di masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi seputar calon yang akan dipilih. Ia juga mengimbau media sosial bukan memilih calon dengan proses yang irasional seperti black campaign.

Dikatakan, rakyat Sulsel saat ini mencapai telah mencapai 9,9 juta jiwa dan 6 juta jiwa lebih telah menggunakan media sosial. Dengan demikian, kata dia, dituntut bagaimana mahasiswa berperan penting dan menjadi pemilih yang rasional.

“Kita harus memiliki komitmen untuk menjadi pemilih yang berada dijalurnya, yang berbudaya dan tetap mengedepankan etika-etika pemilihan. Karena kualitas dari Pemilu itu bisa dilihat dari bagaimana integritas tinggi penyelenggara juga partisipasi yang tinggi dari masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Marwan Mas mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat menjadi Golput. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran diri sendiri dan juga karena tidak ada akses untuk melakukan pemilihan.

Meski demikian, hal tersebut bukanlah hal yang mutlak untuk para pemilih menjadi Golput. “Kita berharap sebagai pemilih kita bisa sebisa mungkin menggunakan hak pilih kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, memilih pemimpin yang program kerjanya dapat berbaur dengan masyarakat juga pemimpin yang memiliki kompetensi untuk memimpin bukan memilih pemimpin hanya karena memiliki hubungan keluarga dan lainnya yang tidak bersifat demokratis.

“Untuk menarik minat masyarakat dalam memilih sebaiknya memang butuh pemetaan daerah-daerah yang kurang berpartisipasi dalam pemilihan untuk diberikan sosialisasi terkait aturan hukum dan gunanya agar meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Rektor (WR) III Unibos, Abd Haris Hamid dan dihadiri 400 peserta dari berbagai fakultas di Unibos. Kegiatan ini dilanjutkan dengan deklarasi anti Golput yang diikuti Ketua KPU Sulsel, KPPD dan Civitas Akademika Universitas Bosowa. (*)


div>