Selasa, 25 Juli 2017

Kredit Pertanian Mandiri di Sulsel Tumbuh 25 Persen

Kamis , 18 Mei 2017 11:46
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel Abdullah Rattingan, Regional Transaction and Costumer Head Bank Mandiri Wilayah X Putut B Putranto, Perwakilan Pemprov Sulsel Abdurrahman, dan anggota tim LP2M Unhas Sabir menjadi pembicara pada Focus Group Discussion 'Strategi Pengembangan Komoditas Beras dan Kakao di Sulsel', di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (17/5). foto: asep/rakyatsulsel.
Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel Abdullah Rattingan, Regional Transaction and Costumer Head Bank Mandiri Wilayah X Putut B Putranto, Perwakilan Pemprov Sulsel Abdurrahman, dan anggota tim LP2M Unhas Sabir menjadi pembicara pada Focus Group Discussion 'Strategi Pengembangan Komoditas Beras dan Kakao di Sulsel', di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (17/5). foto: asep/rakyatsulsel.
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Bank Mandiri berkomitmen untuk terus meningkatkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya di sektor pertanian. Salah satu realisasi komitmen tersebut ditunjukkan dengan peningkatan penyaluran kredit ke sektor pertanian di Sulawesi Selatan sebesar 25,13 persen menjadi Rp343,9 miliar pada triwulan I/2017 dari periode yang sama sebelumnya sebesar Rp274,5 miliar.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan yang tumbuh 7,4 persen di atas perekonomian nasional sebesar 5,02 persen. Dimana perekonomian Sulawesi Selatan didominasi sektor pertanian dengan rata-rata kontribusinya terhadap PDRB tahun 2013-2016 sebesar 23,1 persen. Sumbangan terbesar berasal dari tanaman pangan dan tanaman perkebunan, yakni padi dan kakao.

“Melalui penguatan fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri ingin mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang berkontribusi maksimal dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah,” kata Putut Putranto, Regional Transaction and Consumer Head Bank Mandiri regional Sulawesi-Maluku di acara Focus Group Discussion (FGD) 'Strategi Pengembangan Komoditas Beras dan Kakao di Sulsel', di Hotel Grand Clarion Makasar, Rabu (17/5).

Putut melanjutkan, Bank Mandiri Sulawesi-Maluku berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp20,5 triliun pada triwulan I-2017, meningkat 7,89 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan, kredit yang telah disalurkan mencapai Rp9,8 triliun, naik 8,15 persen dari posisi Rp9 triliun.

Pembiayaan di Sulawesi Selatan terutama disalurkan untuk sektor produktif yang mencapai 72,12 persen dari total portofolio atau sebesar Rp7 triliun, dengan kredit modal kerja tumbuh 9,19 persen. Sedangkan secara nasional, penyaluran kredit Bank Mandiri ke sektor pertanian pada akhir Maret 2017 tercatat sebesar Rp59,8 triliun.

Diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (18/5), FGD ini merupakan kegiatan yang diadakan Bank Mandiri dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, melalui sektor pertanian mengingat besarnya kontribusi sektor tersebut. Demikian pula dengan kontribusi dari sektor pertanian terutama komoditas padi dan kakao di mana Bank Mandiri dapat mengambil peranan penting dalam pertumbuhan tersebut.

FGD melibatkan para pemangku kepentingan di sektor pertanian beras dan kakao, yakni Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel Abdul Latief, Tim LP2M Universitas Hasanuddin, Ketua Asosiasi Beras Indonesia Sulsel Akifuddin, Sekretaris Ketua Asosiasi Kakao, perwakilan Bank Indonesia, dan perwakilan OJK.