SENIN , 28 MEI 2018

Kronologi Salah Cetak Surat Al Maidah di Alquran Versi Penerbit

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 31 Mei 2017 21:53
Kronologi Salah Cetak Surat Al Maidah di Alquran Versi Penerbit

ILUSTRASI.

RAKYATSULSEL.COM– Manajemen PT Suara Agung menegaskan kembali tentang kesalahan cetak pada Mushaf Alquran Terjemah dengan panduan Waqaf dan Ibtida’. Hal itu terjadi karena kekeliruan penempatan materi atau isi dalam proses pencetakan, Surat Al Maidah ayat 51-57, yang seharusnya terletak di halaman 117, tercetak pada halaman 113.

“Hal tersebut terjadi karena kekhilafan/human error dan tidak ada unsur kesengajaan dan masalah ini terjadi pada awal tahun 2015, Jadi Surat Al Maidah ayat 51-57 tetap ada, bukan hilang sebagaimana berita yang viral kemarin di Medsos” tegas General Manager PT Suara Agung, Iden Koswara kepada JawaPos.com, Selasa (30/5).

Sebelumnya, pihak keluarga penerbit mengungkapkan awal masalah terjadi pada tahun 2015, saat PT Suara Agung bekerja sama dengan lembaga pendidikan tertentu di Jawa Timur seperti yang tercantum pada berita http://www.jawapos.com/read/2017/05/29/133539/keluarga-penerbit-alquran-yang-salah-cetak-surat-al-maidah-beberkan-fakta edisi Senin (29/5).

Namun pihak manajemen menegaskan bahwa yang pihak keluarga coba sampaikan adalah Konsep penyusunan Mushaf Alquran ini diawali pada tahun 2011. Pihak penerbit bekerja sama dengan Ustaz Ikhya Ulumidin, SH. M.Pd, yang merupakan salah satu pimpinan di lembaga pendidikan baca Alquran di Surabaya, sehubungan banyaknya kaum muslimin yang telah pandai melafalkan bunyi bacaan Alquran, akan tetapi kesulitan menemukan tempat berhenti untuk mengambil nafas, dan tempat untuk mulai meneruskan bacaan, terutama pada ayat-ayat yang panjang.

Berdasar kerjasama tersebut, pada awal 2013, PT Suara Agung menerbitkan Mushaf Alquran dengan panduan Waqaf & Ibtida’ (tanpa terjemah) pertama di Indonesia, dan mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat.

Pihak manajemen juga menegaskan, bahwa yang terjadi salah cetak, adalah versi Terjemah, yakni saat pertama diterbitkan awal tahun 2015 dan baru selesai cetak sekitar 400an exp dan didistribusikan, ternyata terdapat salah cetak, hal ini ditemukan sendiri oleh managemen dan segera saat itu juga ditarik. Namun ternyata tidak dapat seluruhnya tertarik karena satu dan lain hal sebagian telah dimiliki masyarakat.

“Jadi kejadian ini tak ada kaitannya dengan distribusi di Surabaya. Karena Alquran yang mengalami kesalahan cetak itu belum pernah dikirim ke Surabaya.” tegas Iden.

Bahwa hasil penarikan ditambah stok mushaf termaksud yang telah selesai cetak sejumlah 5480 exp telah dimusnahkan. Dan cetakan 1 tahun 2015 setelah diperbaiki — dan sudah benar — telah dicetak ulang dan telah didistribusikan kembali ke masyarakat bahkan telah cetak ulang, cetakan ke 2 pada tahun yang sama 2015 dan cetakan 3 tahun 2016. Pihak manajemen juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekhilafan tersebut.

[NEXT-RASUL]

Pihak manajemen juga mengapresiasi sikap KH. Basith DKM Masjid Assifa Kampung Jawa, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor sebagai pihak pertama yang menemukan kesalahan cetak termaksud serta pihak-pihak yang memposting berita tersebut.

Iden meminta masyarakat yang barangkali memiliki atau menyimpan Mushaf Alquran yang terdapat kesalahan cetak tersebut, diminta untuk menyerahkan kembali. “Atau memberitahukan pada kami, PT. Suara Agung, di (021) 85918036-85918037 untuk kami ganti dengan yang baru,” tegasnya. (cr1/JPG)


div>