JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kronologis Istri Imam Masjid Duel Lawan Perampok, Ngeri!

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 10 Juni 2018 09:30
Kronologis Istri Imam Masjid Duel Lawan Perampok, Ngeri!

int

KUBU RAYA, RAKYATSULSEL.COM – Rahayu termasuk wanita pemberani. Dia nekat melawan perampok yang menyatroni rumahnya di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (7/6).

Namun, keberanian wanita 50 tahun itu juga membawa petaka.

Dia mengalami luka parah di kepala, wajah, dan leher.Rahayu sendiri adalah istri Mustafa yang merupakan imam di masjid desa itu.

Saat kejadian, Mustafa sedang menjadi imam salat Tarawih di masjid.Salah satu warga bernama Idi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 19:30 waktu setempat.

“Salah satu warga melihat seorang tak dikenal jalan kaki menggunakan helm. Tak lama, Rahayu keluar dari rumahnya dan bersimbah darah di wajahnya. Dia sambil teriak minta tolong ada rampok,” ujar Idi sebagaimana dilansir laman Prokal, Sabtu (9/6).

Idi menambahkan, berdasar keterangan Rahayu, perampok memakai jaket dan memiliki postur kurus. Badan perampok tinggi. Selain itu, perampok juga mengenakan celana jin pendek dan helm.

“Pelaku masuk dari pintu depan. Sempat mengucapkan salam. Pas dibuka, langsung nanya di mana uang. Korban (Rahayu) melawan sehingga dipukul menggunakan gagang senjata tajam,” kata Idi.

Rahayu tidak mau memberitahukan tempat penyimpanan harga berharga.

Hal itu membuat perampok kalap. Mereka akhirnya terlibat duel.

Sang perampok yang tidak bisa membawa barang apa pun akhirnya melarikan diri.

“Masuk dari pintu depan, keluar pintu belakang. Korban luka di wajah, leher dan pipi kanan,” kata Idi.

Warga lantas memberitahu Mustafa mengenai kejadian itu.

“Saat itu beliau tidak ada di rumah karena menjadi imam Tarawih. Kami sampaikan kabar ini beliau pun langsung bergegas,” tambah warga bernama Maulana Asri.

Dia menambahkan, saat itu Rahayu tidak sendirian. Sang anak yang baru berusia dua tahun juga berada di rumah.

Sama seperti Rahayu, sang anak juga menjadi korban kebiadaban perampok.

“Tangan anaknya biru dan bengkak tetapi sudah diamankan di rumah tetangga,” ujar Maulana.

Berdasar pantauan Rakyat Kalbar, darah masih berceceran di ruang tamu, ruang tengah dekat dapur, dan beberapa tempat lainnya.

Maulana menjelaskan, Rahayu sempat dilarikan ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.

Setelah itu, dia dirujuk ke RS St Antonius. Hingga saat ini, Rahayu masih mendapatkan perawatan intensif.

“Kata istri saya, mata sebelah kanan lebam, pipi kanan lebam membiru, kening dan kepala kena luka sabetan pelaku yang menggunakan senjatan tajam. Tengkuknya diinjak karena masih melawan. Kata dokter luka sudah dijahit, terus patah di dahi dan tulang pipi,” papar Maulana.

Sementara itu, Kapolsek Sungai Kakap AKP Nyandang mengatakan, anggotanya langsung terjun ke lokasi setelah menerima informasi dari warga.

“Sampai hari ini keluarga korban tidak mau membuat laporan polisi. Kami tidak tahu juga kenapa. Sebab, informasinya pelaku datang dengan cara bertamu dan kemungkinan saling kenal,” tegas Nyandang. (*/jp)


Tag
div>