RABU , 21 NOVEMBER 2018

Kronologis Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 11:11
Kronologis Penembakan Mobil Satu Keluarga oleh Polisi

int

RAKYATSULSEL.COM  –  Kasus penembakan mobil yang menerobos razia aparat kepolisian pada Selasa (18/4) yang menewaskan satu keluarga masih dalam penyelidikan. Apalagi dalam kasus itu satu orang balita tewas.

Dari penuturan saksi, sebelumnya di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I Selasa (18/4) siang terjadi susul menyusul suara tembakan terdengar di kawasan itu.

Sebuah mobil sedan merk Honda City hitam BG 1488 ON berhasil diberhentikan aparat polisi di Jalan SMB II.
Dari kaca mobil yang pecah, terlihat ada enam penumpang termasuk sopir dalam kondisi berdarah. Satu korban berdarah itu adalah seorang balita dan akhirnya meninggal dunia.

Kejadian itu bermula pada siang itu, sekira pukul 10.00 WIB, tim kepolisian yang dipimpin Kapolsek AKP M Ismail  menggelar razia di pertigaan jalan lingkar tersebut.

Lalu melintaslah mobil sedan Honda City bernomor polisi BG 1488 ON. Mobil itu melaju dari arah Mesat Seni menuju Bandara Silampari.

Saat dihentikan, mobil malah melesat dan hendak menabrak anggota. Diduga, sang sopir tidak memiliki surat menyurat resmi dalam mengendarai mobil sehingga dalam keadaan panik nekat menerobos. Namun, aksinya nyaris menabrak petugas yang melaksanakan razia.

Melihat gelagat itu, lantas anggota polisi melakukan pengejaran dengan mobil Patroli Satlantas.

Di Jalan SMB II kelurahan Margamulya, anggota melepaskan 10 kali tembakan. Setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan.

Mobil itu akhirnya bisa diberhentikan di samping Bank Mandiri Unit Simpang Priuk.

Begitu diperiksa, ternyata di dalam mobil enam orang penumpangnya  sudah dalam keadaan terkena luka tembak. Para korbannya, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I. Dia mengalami luka tembak pada pundak kanannya. Lantas Genta (2), putra Novianto yang tertembak di kepala samping kiri.

Empat korban lainnya, Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong terkena tembakan bahu kiri atas. Surini (54), ibunda Dewi Erlina, menderita tiga luka tembak di dada kanan. Dia meninggal dunia di RS Siti Aisyah.

Kemudian, Indra (33), tertembak leher depan, kondisinya kritis. Terakhir, Diki (30), sopir, tertembak di perut kiri. Keempatnya warga Desa Blitar, Kelurahan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. 


div>