SABTU , 16 DESEMBER 2017

KSPD Curiga Ada Monopoli Proyek di Maros

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Selasa , 10 Oktober 2017 18:42
KSPD Curiga Ada Monopoli Proyek di Maros

Praktisi Hukum Maros, Rusdi SH

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Kajian Strategis Pembangunan Daerah (KSPD) Syukri Ahmad menyoroti sistem lelang proyek yang dikelolah oleh Layanan Pengadaan Secara Elektonik (LPSE).

KSPD mensinyalir LPSE tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel serta terkesan ada monopoli oleh kelompok tertentu.

Ia menilai, berdasarkan data investigasinya telah ditemukan beberapa fakta yang bertentangan dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi serta Undang Undang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha.

“Berdasarkan hasil investigasi yang kami lakukan di KSPD serta pengaduan masyarakat diperoleh beberapa fakta, pertama yakni adanya indikasi pelanggaran prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam praktek monopoli dalam pelaksanaan lelang proyek di Kabupaten Maros,” kata Syukri, Selasa (10/10).

Ia menambahkan, praktek monopoli oleh kelompok tertentu dalam memainkan sistem lelang dalam LPSE membuat kontraktor lain menjadi sangat dirugikan.

“Kajian sederhananya saya rasa cukup terbuka, kita buka di LPSE lihat pemenang lelang, itu memang didominasi oleh beberapa kelompok. Meski CV yang dipakai beda namun orangnya tetap itu-itu saja sehingga kontraktor lain tidak kebagian lagi. Kan kasian juga” jelasnya.

Sementara itu, Praktisi Hukum Maros, Rusdi SH mengatakan pihaknya akan memproses hukum adanya indikasi dominasi proyek tersebut sampai ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan instansi terkait lainnya.

“Hasil kajian dari sisi hukum tentu akan kita mulai mempertanyakan hal ini ke KPPU. Dan untuk langkah antisipasi, untuk menghindari delik korupsi yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara, maka hasil investigasi yang dilengkapi dengan nama dan perusahaan akan kami ajukan ke institusi kejaksaan dan kepolisian.” pungkasnya. (*)


div>