JUMAT , 14 DESEMBER 2018

KUA – PPAS Dipending, Ajudan Bupati Selayar Pukuli Anggota Dewan

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 29 Desember 2016 22:05
KUA – PPAS Dipending, Ajudan Bupati Selayar Pukuli Anggota Dewan

Ilustrasi

SELAYAR, RAKYATSULSEL.COM – Pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Selayar yang dilakukan di Kantor DPRD Selayar, Jalan Ahmad Yani, Benteng, Selayar, Sabtu (24/12) lalu.

Salah satunya masalah yang kemudian membuat penundaan tersebut adalah adanya double nomenklatur pada Satuan Kerja Persngkat Daerah (SKPD) Dinas Sosial yakni mengenai pengadaan kendaraan dinas senilai Rp 335 juta.

“Tentu kami di komisi II DPRD Selayar menolak dan melakukan pending pada pembahasan KUA PPAS tersebut. Karena bagaimana mungkin kami tidak menunda, sedang ada masalah pada nomenklatur pada Dinas Sosial,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Selayar, Awiluddin Sihak.

Awiluddin menambahkan, penundaan tersebut membuat emosi Bupati Selayar, Basli Ali memuncak. Hingga melakukan tindakan yang kurang terpuji dengan mengintimidasi, bahkan mengancam akan melakukan pemukulan terhadap anggota DPRD Selayar.

“Setelah penundaan itu, Pak Basli marah pada saya melalui telfon. Bahkan mengucapkan kata-kata kasar. Tidak berhenti sampai disitu, keesokan harinya (Minggu, 25 Desember) Pak Basli kemudian mendatangi ruangan saya dan kembali memarahi saya, bahkan saya sempat dipukul oleh ajudan pribadinya. Kalau Pak Basli tidak dipegang oleh teman saya, mungkin Pak Basli juga ikut memukul,” jelasnya.

Hal itu pun kemudian membuat Awiluddin kecewa. Menurutnya, ketika Basli Ali ingin meminta klarifikasi, mestinya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan baik.

“Kalau memang ada masalah, mestinya Pak Basli untuk mengundang kami dari Komisi II DPRD Selayar untuk membicarakannya dengan baik-baik. Janganlah memperlihatkan arogansi seperti itu, apalagi kan Pak Basli itu kan kepala daerah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Basli Ali belum memberikan klasifikasi. Ketika dihubungi melalui nomor telepon pribadinya pun tak meberikan jawaban


div>