JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Kualitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Sidrap Raih Predikat Paripurna

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 07 Maret 2017 09:41
Kualitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Sidrap Raih Predikat Paripurna

FOTO : HAMSAH/RAKYATSULSEL/C RESPON LAPORAN WARGA - Bupati Sidrap Rusdi Masse meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Irwansyah, merespon adanya laporan warga yang menderita lumpuh.

Bupati Sidrap, H Rusdi Masse memang layak untuk mendapat acungan jempol. Pasalnya prestasi demi prestasi terus dia torehkan. Salah satunya keberhasilan yang mengantar Sidrap menjadi kabupaten terbaik di Indonesia Timur untuk akreditasi Puskesmas.

Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya Puskesmas Tanru Tedong sebagai puskesmas akreditasi Paripurna Pertama di wilayah Indonesia Timur. “Puskesmas Tanru Tedong merupakan satu-satunya Puskesmas yang berhasil meraih akreditasi Paripurna, akreditasi tertinggi tingkat puskesmas untuk wilayah Indonesia Timur. Di Indonesia baru 7 yang dapat akreditasi Paripurna. Untuk wilayah Indonesia Timur baru Sidrap yang dapat,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Irwansyah, Senin (6/3).

Menurutnya prestasi yang diraih Sidrap, di bidang layanan kesehatan ini patut dibanggakan. “Dibawah Paripurna ada akreditasi dasar, madya dan utama. Akreditasi Paripurna itulah yang tertinggi. Dan Sidrap meraih itu  berdasarkan surat Kementerian Kesehatan tertanggal 2 Maret tahun 2017, ” terang Irwansyah.

Keberhasilan itu lanjut Irwansyah tidak lepas dari campur tangan Bupati Sidrap, Rusdi Masse yang selama ini memang memiliki perhatian besar terhadap sektor kesehatan. Sehingga saat Kementerian Kesehatan melakukan survei Desember tahun lalu, Puskesmas Tanru Tedong berhasil meraih akreditasi tertinggi.

Banyak hal kata mantan Direktur Rumah Sakit Arifin Nu’mang ini yang di survei, misalnya masalah administrasi dan manajemen, upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan dan lainnya. Yang tidak kalah penting lanjut Irwansyah terkait masalah sarana dan prasarana serta sumber daya manusia. “Terkait masalah sarana dan prasarana ini, bapak Bupati memberikan perhatian yang sangat besar. Terbukti semua sarana seperti UGM,  ruang Poli, ruang perawatan dibangun berdasarkan Permenkes 75 tahun 2014,”jelas Irwansyah.

Selama ini terang Irwansyah, Bupati Sidrap menekankan agar pembangunan sarana dan prasarana puskesmas memperhatikan Permenkes 75 tahun 2014, sehingga tidak heran jika puskesmas yang ada saat ini memiliki kualifikasi kelayakan pelayanan kesehatan yang memadai. “Puskesmas yang baru dibangun itu semua sudah mengacu pada Permenkes itu. Dan pak bupati memberikan penegasan untuk itu,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Khusus di Puskesmas Tanru Tedong lanjut Irwansyah, juga dilengkapi dengan 3 unit ambulance sehingga bisa memudahkan untuk pelayanan rujukan. Bukan itu saja kelengkapan sumber daya manusia juga jadi Perhatian, seperti ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. “Bapak Bupati memang sangat peka terhadap pelayanan kesehatan. Makanya apa yang menjadi kebutuhan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan selalu dipenuhi. Selain sarana juga ketersediaan tenaga medis yang terus dilengkapi,” tandasnya.

Perhatian Rusdi Masse terhadap warganya tidak hanya dilakoni saat berada di daerah saja, melainkan meski sedang menjalankan ibadah umrah, Rusdi Masse tetap mengontrol kondisi kabupatennya melalui media sosial.

Bahkan Rusdi langsung bertindak saat melihat ada warganya yang sedang menderita sakit.

Hal itu dilakukan, saat menerima laporan dari warganya di Sidrap yang dipantaunya melalui sosial media, bahwa ada warganya mengalami kelumpuhan selama empat tahun. RMS pun langsung memerintahkan kepada SKPD terkait untuk melakukan pengecekan terhadap yang bersangkutan.

Adalah Darmi (37), warga Sidrap, tepatnya warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, dilaporkan menderita lumpuh sejak 2013 lalu. “Saya dikirimkan teman yang dapat di facebook. Tolong SKPD yang terkait untuk mengecek,” ujar RMS sambil mengirimkan catatan dan gambar Darmi yang sedang terbaring sakit, Minggu (5/3), dari Mekah.

Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Irwansyah langsung tanggap dan meminta Kepala Puskesmas Amparita, untuk melakukan pengecekan. “Sudah dilakukan pengecekan, dan Informasinya yang bersangkutan sering ditangani di pustu massepe, yg bersangkutan pernah dirawat di RSUD Nene Mallomo  dan pernah di rujuk ke RS Wahidin. Tapi karena yang bersangkutan ingin pulang dan keluar RS atas kemauan sendiri, maka Darmi pun sekarang berada di rumahnya menjalani perawatan sendiri. Tapi selalu kami pantau pak,” jelas Irwansyah. (D)


Tag
div>