SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Kuasa Hukum Bur-Nojeng Optimistis MK Kabulkan Gugatan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 18 April 2017 10:12
Kuasa Hukum Bur-Nojeng Optimistis MK Kabulkan Gugatan

ASEP/RAKYATSULSEL/D BUKTI PELANGGARAN. Ketua tim pemenangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga didampingi Ketua Tim Media Bur-Nojeng, Subhan Alwi menyerahkan bukti laporan kecurangan Pilkada Takalar kepada Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, di kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, beberapa waktu lalu.

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Sidang gugatan pasangan calon nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) di Pilkada Takalar, memasuki agenda sidang pembuktian, di Mahkamah Konstitusi, Senin (17/4).

Kuasa Hukum Bur-Nojeng, Syamsuardi mengau opimistis Mahkamah Konstitusi dapat mengabulkan gugatan terkait hasil Pilkada Takalar, Februari lalu, dalam sidang putusan yang akan digelar bulan depan. Hal ini menyusul kuatnya dalil yang diajukan oleh penggugat terkait pelaksanaan Pilkada Takalar yang dinilai sarat terjadi kecurangan. Kuasa hukum Bur-Nojeng dalam sidang kemarin, telah mengajukan sebanyak 5 saksi ahli dan saksi fakta. “Dalil kami kuat, kami optimis mampu memenangkan gugatan dan PSU bisa digelar,” ujarnya.

Dalam sidang pembuktian yang digelar dari Pukul 09.00 – 17.00 WIB itu, Kuasa Hukum Bur-Nojeng menghadirkan¬† saksi ahli, diantaranya mantan komisioner KPU RI I Gusti Putu Artha dan Adnan Jamal. Sementara untuk saksi fakta, diantaranya dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan pemilih yang masih dibawah umur. “Saksi yang kita hadirnya ada yang belum cukup umur , dan ada juga pemilih dari kota Makassar,” katanya.

Syamsuardi menuturkan jika saksi tersebut diarahkan memilih oleh salah seorang pengurus partai PKS yang letaknya di wilayah Galesong selatan. “Saksi kita dikasih C6 dan disuruh untuk memilih pasangan nomor dua, oleh salah seorang pengurus partai PKS,” katanya.

Syam sapaan Syamsuardi juga menuturkan selain pemilih dibawah umur terdapat pula warga Makassar, namun mempunyai C6. “Ada dua warga Makassar yang memiliki KTP Makassar, namun dia memiliki panggilan C6, dan mereka datang memililh di TPS Cakura, Polong Bangkeng selatan,” ucapnya.

Syam juga memaparkan pada saat majelis hakim memeriksa saksi dari dinas Catatan sipil Kabupaten Takalar, mereka menjelaskan jika terdapat 5000 lebih pemilih yang data basenya tidak ada. “Pengurus Capil menjelaskan jika ada¬† lima ribu lebih, tidak ada data base di Discapil dan itu sudah sesuai dengan apa yang kita laporkan sebelumnya,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait dalil yang telah disampaikan di sdaing pembutian di MK, pihaknya yakin jika Pilkada Takalar Februari lalu mengalaimi kecurangan, sehinggga dirinya yakin memenangkan guguatan tersebut. “Seperti permohonan kita sebelumnya, jika terdapat beberapa pelanggaran terutama pemilih siluman, dan saksi yang kita hadirikan sebagai penguat dan kita serahkan semuanya keputusan majelis hakim,” ungkapnya.

Pada persidangan tersebut dihadiri 9 hakim MK, yang dipimpin oleh Ketua MK Arief Hidayat. MK memberi kesempatan kepada para pihak yang berperkara untuk mengajukan kesimpulan untuk disetor paling lambat pukul 14.00 WIB, hari ini. “Besok (Hari ini) kita disuruh untuk mengumpulkan kesimpulan dan paling lambat dikumpul jam dua siang, selanjutnya kita tunggu putusan,” ungkapnya. (Fah/D)


div>