RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Kuasa Hukum Korban Minta Hakim Tolak Pledoi Widya

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Niar

Kamis , 31 Mei 2018 10:32
Kuasa Hukum Korban Minta Hakim Tolak Pledoi Widya

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terdakwa kasus dugaan penipuan, Widyastuti Alamsyah Mile, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (30/5).

Sidang tersebut beragendakan pembacaan pledoi (pembelaan) dari terdakwa. Pembacaan pledoi ini merupakan hak terdakwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pembelaannya, kuasa hukum Widyastuti, Faisal Silenang keberatan atas tuntutan JPU yang menuntut kliennya 2,5 tahun penjara. Menurut Faisal Silenang, unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain tidak terpenuhi dalam kasus tersebut.

Dengan demikian, lanjutnya karena tidak terpenuhinya unsur tersebut maka ia meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan dengan seadil-adilnya.

Kuasa hukum Dameria, Muh Idham meminta majelis hakim untuk menolak pembelaan tersebut. Menurut Idham, dalam fakta persidangan, sejumlah saksi mengakui jika terdakwa telah menerima uang.

“Terdakwa juga mengaku hal itu (terima uang). Bahkan menjanjika pekerjaan terhadap korban (Dameria),” ujar Idham.

Idham optimis jika majelis hakim yang menyidangkan kasus itu akan bersikap objektif. “Kami yakin hakim akan bertindak adil. Apa yang disangkakan akan terbukti di pengadilan,” jelas Idham.

Sementara JPU, Andi Patriani akan menanggapi pembelaan tersebut pada hari Senin mendatang. “Pledoi itu akan kami tanggapi Senin depan,” singkat Andi Patriani.

Sebelumnya, JPU menuntut Widya 2,5 tahun penjara. Widya terbukti secara sah melanggar Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Sekadar diketahui Widyastuti Alamsyah Mile, adalah terdakwa kasus penipuan uang proyek senilai Rp1,2 miliar.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, mereka kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian.

Belakangan, uang ‘pelicin’ proyek pun yang mengalir ke Maulana untuk memuluskan proyek yang sedang diurus oleh korban diduga mandek di tangan tersangka. Apalagi, proyek yang dibidik tak kunjung didapat. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


Tag
div>