RABU , 15 AGUSTUS 2018

Kuatkan Pemahaman Aswaja, Mahasiswa UIM Wajib Ikuti Pesantren Arbain

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Jumat , 22 Desember 2017 18:42
Kuatkan Pemahaman Aswaja, Mahasiswa UIM Wajib Ikuti Pesantren Arbain

int

Rakyatsulsel.com – Rektor Universitas Islam Makassar diwakili Wakil Rektor II Saripuddin Muddin membuka secara resmi program Pesantren “Arbain” Mahasiswa UIM, Jum’at (22/12) bertempat di Masjid Ash-Shahabah UIM.

Adapun Pesantren Arbain ini diikuti 250 mahasiswa Universitas Islam Makassar mengikuti program Pesantren Arbain angkatan I yang dilaksanakan pada 22 – 30 Desember 2017.

Direktur Pengelola Pesantren Mahasiswa “Arbain” Maskur Yusuf dalam laporannya, Konsep Arbain ini merupakan salah satu teroboson baru, dimana Arbain ini bermakna proses penciptaan manusia dalam rahim Ibu berupa Nutfah 40 hari, Alaqah 40 hari, dan Mudhgah 40 hari kemudian ditiupkan ruh.

“Nabi Muhammad Saw diangkatkan sebagai Rasul pada usia 40 tahun dan Nabi mensunnahkan Shalat Arbain di Madinah, namun Pesantren Arbain ini dilaksanakan selama 40 waktu Shalat.”

Disisi lain seluruh mahasiswa akan mendapatkan materi Aswaja yang meliputi Aqidah, Fiqh, dan Tasawuf, juga ditambah keterampilah penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris). Ujarnya.

Rektor UIM yang diwakili Wakil Rektor II Saripuddin Muddin dalam sambutannya Program Pesantren Arbain ini merupakan kegiatan wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa Baru UIM sebagai wujud dari implementasi UIM sebagai kampus Qur’ani.

Diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan mutu luarannya khususnya pada ilmu Alquran dan karakter Ahlusunnah wal jamaah Annahdliah. Tutupnya.

Tampak hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Musdalifah Mahmud, Dekan Fakultas Agama Islam Ruslan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Andi Rivai Pakki, Pimpinan Fakultas-Pascasarjana, Para Kabag, dan 40 orang pendamping masing dosen, karyawan dan mahasiswa.


Tag
div>