RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Kunjungan Kerja Menteri hanya Pencitraan Belaka

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 11:02
Kunjungan Kerja Menteri hanya Pencitraan Belaka

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Isu perombakan kabinet Jokowi semakin memanas, sejumlah pakar menyebutkan, jika menteri yang merasa terancam akan direshuffle terus melakukan pencitraan.  Olehnya, sejumlah menteri yang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sulsel-pun ikut disebut hanya sekadar melakukan pencitraan belaka.

Pakar pemerintahan Universitas Hasanudin (Unhas) Andi Irwan Lukman mengatakan, para menteri yang melakukan lawatanya ke Makassar hanya sekadar pencitraan untuk mempertahankan kekuasaan kursi menteri.

“Kita patut menduga, kenapa tahun-tahun sebelumnya jarang ada menteri datang ke Makassar, tapi pasca isu Reshuffle, para menteri mulai turun gunung. Bahkan ada yang sidak mendadak di Makassar. Menurut saya ini pencitraan untuk mempertahankan posisi,”ujarnya saat dikonfirmasi via telepon Minggu (17/4).

Menurutnya, alasan para menteri ramai-ramai berkunjung ke Makassar, kata Lukman, sebab utama adalah Makassar merupakan daerah yang paling dekat dengan wilayah Jawa, dan juga Makassar memiliki keindahan tersendiri. “Selain Makassar dekat pulau jawa, hal yang membuat para menteri memilih Makassar lokasi kunjungan, pemberitaan media juga intens dipublikasikan. Sehingga dengan kunjungan, mereka dipublish oleh media agar terkesan mereka bekerja,”jelasnya.

Meski demikian, lanjut Lukman, kehadiran para menteri walaupun menghadiri berbagai kegiatan namun patut dicurigai karena semua kegiatan tak selamanya dihadiri menteri.

“Dari tahun lalu banyak kegiatan organisasi besar hingga pemerintahan, tapi jarang menteri hadir, tapi sekarang biar kegiatan kecil. Kok ada menteri yang hadir bahkan bermalam,”tutur lukman.

[NEXT-RASUL]

Akademisi Unhas ini menambahkan, dirinya menilai para menteri yang berkunjung ke Makassar, faktor utama adalah pencitraan untuk mempertahankan jabatan yang akan di Reshuffle dalam waktu dekat.

“Itu menurut saya, para mentri hanya melakukan pencitraan,bukan kunjungan,”katanya.

Sebelumnya, beberapa hari terakhir sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja ke Sulsel, bahkan ada menteri yang malakukan inspeksi mendadak.  Adapun menteri yang melakukan kunjungan ke Makassar yakni, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, MenPANRB Yuddy Chrisnandi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Sebelumnya beberapa bulan lalu, Makassar dikunjungi juga dikunjungi oleh Menristek Dikti Muh Nasir, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Hukum Unibowa 45 Makassar, Prof. Dr Marwan Mas. Ia Menilai para menteri yang berkunjung hanya mengamankan posisi yang sebentar lagi akan digantikan.

“Menurut saya, ini para menteri hanya mencari posisi aman ketika mendengar isu Reshuffle langsung bergerak turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Makassar mengalami perkembangan pesat dari segala aspek. Namun hal itu, lanjut Marwan, tak menjadi alasan untuk para menteri berkunjung ke Makassar melihat, kemungkinan ada niat lain. “Makassar saat ini mengalami kemajuan, tapi itu bukan alasan para menteri berkunjung. Pasti ada niat lain, semua cara dilakukan hanya atas nama kunjungan kerja,”katanya.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut akademisi Unibosowa ini menambahkan, saat ini bukan lagi para menteri mencari muka turun gunung melakukan pencitraan, namun saatnya bekerja sesuai arahan presiden yang mendengungkan slogan ‘kerja dan kerja’. “Bukan lagi waktunya para menteri pelisiran ke berbagai daerah tapi kerja membenahi sistem, kenapa tidak dari dulu turun lapangan. Saat ini seharusnya mengikuti arahan presiden kerja dan kerja,” tutup pakar hukum ini. (Yad/C).


div>