SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kunjungan Wisman Ditarget Naik 20 Persen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 September 2017 12:15
Kunjungan Wisman Ditarget Naik 20 Persen

ilustrasi wisman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Pariwisata kembali meluncurkan program baru yang diberi nama 10 Destinasi Wisata Branding di Indonesia. Program ini diharapkan akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia.

Sepuluh destinasi dengan branding baru itu yakni Bandung, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Masuknya Kota Makassar, sebagai salah satu daerah dari 10 destinasi wisata branding tersebut selain karena dinyatakan sudah siap menerima kunjungan wisata mancanegara, juga dinilai sudah punya pasar tersendiri di mata wisatawan mancanegara.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Makassar, Muhammad Roem mengakui Kota Makassar sebagai salah satu dari sepuluh destinasi utama tersebut siap dibranding sebagai destinations branding dalam mendukung brand Wonderful Indonesia.

“Sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Makassar dinyatakan paling siap sehingga akan mudah dibranding dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dan khususnya di Makassar,” jelas Roem, Senin (4/8) kemarin.

Dengan adanya program kemenpar tersebut, maka jumlah wisman yang akan berkunjung ke Makassar ditargetkan meningkat sekitar 20 persen tahun ini. Pada 2016 lalu, jumlah kunjungan wisman mencapai 85 ribu. “Kami optimis bisa mendongkrak jumlah kunjungan naik minimal hingga 20 persen,” ungkapnya.

Menurut Roem, selain kesiapan sarana dan prasarana pendukung, brand juga sangat penting sebagai ciri khas dan daya tarik bagi pengunjung.

“Selain mengandalkan potensi wisata bahari dan kuliner, yang juga menjadi andalan utama kita itu yakni menyasar mereka yang traveling untuk bisnis seperti Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE), juga ada wisata sejarah seperti Benteng Rotterdam dan Makam Raja-Raja Tallo,” beber Roem.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan bahwa untuk membranding Makassar, Kementerian Pariwisata sebelumnya mengajukan tiga alternatif brand. Yakni Intimate Makassar yang berarti intim atau dekat, Affectionate Makassar berarti tercinta, serta Comppassionate Makassar bermakna peduli.

“Tapi kita mencoba mengusulkan dua alternatif lain. Yakni Sombere Makassar, sesuai visi pemerintahan Makassar Sombere and Smart City. Sombere dalam bahasa Makassar berarti ramah, santun, dan simpatik. Ada pula usulan brand Explore Makassar, sebagai turunan brand pariwisata Sulawesi Selatan, Explore South Sulawesi. Hingga akhirnya diputuskan Explore Makassar yang dijadikan nama branding,” terang Danny, sapaan wali kota.

Menurut Danny, dipilihnya Makassar karena dianggap memiliki kekuatan lokasi yang strategis karena menjadi pintu gerbang untuk Indonesia timur.
“Saya kira Makassar sebagai pintu gerbang di Indonesia timur adalah keuntungan tersendiri buat kita dalam menggaet wisman ke Makassar. Apalagi juga didukung dengan sarana dan prasarana yang ada serta destinasi wisata yang juga memang sangat potensial untuk didatangi,” pungkasnya.


div>