JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Kuota Taksi Online Dibatasi 500 Unit

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 24 Maret 2017 11:15
Kuota Taksi Online Dibatasi 500 Unit

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel memberlakukan aturan pembatasan kuota jumlah unit taksi online.

Untuk tahap pertama sebagai uji coba, disepakati jumlah taksi online maksimal 500 unit. Aturan ini akan mulai berlaku 1 April mendatang.

“Kemarin itu sudah diputuskan saat rapat dengan Dishub. Dicoba dipakai 500 unit, apakah mampu dipenuhi persyaratan atau bagaimana,” kata Darwis Rahim, Plt Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (24/3).

Kuota batasan jumlah unit tersebut kata Darwis, akan dibagi oleh sejumlah angkutan online yang ada di Sulsel. Menurut dia, organda selain menuntut soal kuota juga memperjuangkan adanya penyesuaian tarif serta kesetaraan persyaratan administrasi.

“Itu harga mati harus diberlakukan. Soal tarif, dalam waktu dekat akan diberlakukan,” katanya.

Dirinya berharap, penegak hukum bisa serius menindaki jika ada pelanggaran angkutan online 1 April nantinya. “Disinilah kewibawaan penegak hukum. Kalau membandel juga itu akan mencoreng Dishub dan Kapolrestabes,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar, menjelaskan, untuk kuota taksi yang bisa beroperasi di wilayah atau kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata), sebanyak 3.500 unit.

“Itu berdasarkan survei yang telah kami lakukan. Dan sekarang dari data yang ada, jumlah taksi yang beroperasi di Makassar saja jumlahnya sekitar 1.600 unit. Tidak berarti kuota yang tersisa 1.900 unit, otomatis jadi jatah taksi online,” kata Ilyas.

[NEXT-RASUL]

Dia mengakui kalau untuk tahap awal taksi online diberikan kouta 500 unit. Dishub mencatat sejauh ini ada sekira 2.200 unit taksi online. Terdiri dari Grab 2.000 unit dan Go Car 200 unit.

“Nanti ini akan kita minta didata ulang sesuai dengan syarat yang berlaku. Ini juga masih dibahas, termasuk izin trayek, surat kendaraan dan tarifnya,” jelasnya.

Tidak hanya membatasi jumlah taksi online, Dishub Sulsel juga akan membatasi wilayah operasionalnya. “Misalnya, tidak bisa mengambil penumpang lambaian, di mal dan tidak boleh nongkrong di hotel,” bebernya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya sedang mencari titik temu terkait permasalahan keberadaan taksi online tersebut. “Kami sedang menjembatani agar permasalahannya cepat selesai dan tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Menurut Syahrul, ada sekira 6.000 orang bekerja sebagai tenaga taksi konvensional yang juga harus dipikirkan nasibnya. Semua pihak disebut tidak bisa menutup mata dengan teknologi.

“Selama ini masyarakat juga terbantu dengan angkutan online itu. Saya yakin bisa mencarikan jalan keluarnya. Semua kalau niatnya baik, pasti ada jalan,” tegasnya. (***)


div>