SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Kuota Terbatas, Kandidat Adu Cepat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Juni 2017 20:45
Kuota Terbatas, Kandidat Adu Cepat

Ilustrasi. (Dokumen RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tiket Partai politik (Parpol) untuk melaju di Pemiliha Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 sudah terbatas. Adu cepat wajib dilakukan bakal calon (Balon) Gubernur.

Arah dukungan beberapa Parpol yang mempunyai beberap kursi di DPRD Provinsi Sulsel mulai jelas. Parpol tersebut seperti, Golkar untuk Nurdin Halid (NH), sementara PAN, Hanura, dan NasDem kepada Ichsan Yasin Limpo, dan PKB yang mengakomodir Agus arifin Nu’mang.

Dengan begitu, pilihan tiket Parpol hanya tersisa tujuh Parpol lagi, yaitu Demokrat, Gerindra, PKS, PDIP, PPP, PKPI dan PBB.

Dua balon Gubernur, yakni NH dan IYL, dijamin melaju mulus menyusul dukungan suara signifikan dari Parpol yang mulai bersikap. Beda halnya dengan Agus AN yang masih harus berjuang menggalang koalisi politik.

Golkar yang meraih 18 suara memenuhi syarat mengusung NH sebagai calon gubernur, tanpa keharusan koalisi.

Demikian halnya dengan IYL yang meraih dukungan signifikan, baik dari jalur perseorangan maupun melalui Parpol. Selain itu, IYL juga sudah mengantongi dukungan menghampiri dua juta pemilih untuk persiapan jalur independen, dan hampir dipastikan didukung PAN, Hanura dan NasDem untuk mengusungnya.

Satu parpol lagi yang sudah bersikap adalah PKB untuk Agus Arifin Nu’mang. Hanya saja, kandidat yang kini menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel tersebut, masih harus kerja ekstra memjajaki mitra koalisi.

[NEXT-RASUL]

Sikap Demokrat, Gerindra dan PKS, paling dinantikan untuk melihat arah dukungan kepada seluruh balon Gubernur Sulsel, seperti IYL, Agus AN, NH, Nurdin Abdullah, Rivai Ras, dan Burhanuddin Andi.

Terkait hal itu, Sekjen DPP Golkar Idrus Marham secara tegas menyatakan meski saat ini Golkar sudah memenuhi syarat mengusung dan  menetapkan Nurdin Halid sebagai calon Gubernur Sulsel, namun Gokar tetap membutuhkan Parpol lain untuk bersinergi atau bekeejasama dalam memenangkan Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

“Kursi Golkar cukup usung di oikgub. Tapi prinsip Golkar  ingin tetap jajaki komunikasi dan parpol lain untuk tetap harus melakukan komunikasi politik untuk membentuk koalisi besar,” ujarnya saat ditemui di kediaman pribadi Jl. Ratulangi Jumat (9/6) kemarin.

Idrus Marham menilai, Partai Golkar telah melakukan konsolidasi di kabupaten /kota, dan semuanya menginginkan Nurdin Halid maju di Pilgub Sulsel 2018.

Karena itu, Idrus Marham mengajak pihak-pihak yang lain, untuk dapat bersikap arif, bijaksana dan tulus atas apa yang sudah diputuskan Partai Golkar.

“Soal koalisi.  Kami sudah lakukan komunikasi ke DPD untuk berkomunikasi dengan parpol lain. Dan ini sudah dilakukan dengan mengunjubgi beberapa parpol   bulan lalu,” terangnya.

Idris yang juga Presiden tim Gerakan Nurdin Halid Satu Tujuan (GNH17), mengklaim sesuai survei dan laporan internal Golkar. Survei elektabilitas Nurdin Halid sudah unggul dibeberapa daerah Sulsel.

[NEXT-RASUL]

Terutama daerah yang pernah dikunjungi oleh Nurdin Halid saat melakukan sosialisasi dan dihadiri saat kegiatan DPD II Golkar Kabupaten/Kota di Sulsel.

“Sesuai laporan dari Gokar, survei di 24 kabupaten/Kota, dan daerah yang pernah di kunjungan oleh NH tinggi elektabilitasnya,” kata Idrus.

Meski demikian, dia tidak menampik jika ada beberapa daerah diantaranya yang menjadi basis kandidat lain, sehingga elektabilitas NH menurun di daerah tersebut.

“Seperti di Banteng itu NA (Nurdin Abdullah) yang tinggi. Di Gowa ada calon IYL,” pungkasnya.

Berikut jumlah kursi Parpol di DPRD Sulsel.

– Partai Golkar (18)
– Demokrat (11)
– Gerindra (11)
– PAN (9)
– NasDem (7)
– PPP (7)
– PKS (6)
– PDIP (5)
– Hanura (6)
– PKB (3)
– PKPI (I)


div>