MINGGU , 21 JANUARI 2018

Kurang Greget, Kandidat Tersingkir

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 15 Mei 2017 10:14
Kurang Greget, Kandidat Tersingkir

Ilustrasi. (Doc.RakyatSulsel).

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel tahun 2018 diprediksi bakal diikuti sejumlah figur. Polarisasi partai politik (Parpol) pun memungkinkan memunculkan 3-4 pasangan calon (Paslon).

Namun, jumlah kandidat cagub melebihi asumsi tersebut. Sehingga, bakal ada yang gagal maju jika saja kurang greget meyakinkan parpol.

Sejauh ini, baru Golkar dan PAN yang memastikan sikap politiknya. Sementara sembilan parpol lainnya masih diperebutkan oleh dua hingga lima kandidat. NasDem antara Rusdi Masse (RMS) dan Ichsan Yasin Limpo (IYL), PKS memotret lima figur, Demokrat diperebutkan sedikitnya empat figur.

Sendiri sendiri dipastikan mengusung Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid, sementara PAN bakal mengusung IYL. Di luar Golkar, kepastian koalisi menjadi prasyarat wajib yang dipatok parpol bagi kandidat.

Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi menuturkan, soal komunikasi dengan sejumlah figur dan parpol adalah bagian dari komunikasi politik. Namun, secara tegas ia menyebutkan soal usungan PAN di Pilgub Sulsel sesuai arahan DPP yaitu tertuju pada IYL. “DPP selama ini menginginkan IYL,” terangnya.

Ia juga menegaskan siap maju pada ajang demokrasi lima tahunan tersebut jika mendapat mandat dari DPP. “Kalau dapat dukungan pasti siap. Semua keputusan di tangan DPP, apalagi dapat dorongan dari semua kader PAN,” jelasnya.

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Usman Lonta mengungkapkan, hingga saat ini belum ada perubahan sikap dari DPP dan tetap mendukung Ichsan Yasin Limpo. Tak hanya itu, Usman mengaku, PAN Sulsel telah melakukan pertemuan dan membicarakan soal calon pendamping mantan Bupati Gowa dua periode itu.

[NEXT-RASUL]

“Kita sudah ketemu dan diskusikan dengan pak Ichsan belum lama ini, soal lcalon wakil (IYL) ukurannya survei,” tuturnya.

Artinya, lanjut Usman, seluruh figur masih memiliki peluang untuk mendampingi Ichsan YL pada perhelatan politik lima tahunan itu, tak terkecuali Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi.

Lain halnya dengan Golkar Sulsel. Juru bicara DPD I Golkar Sulsel, Maqbul Halim mengatakan, telah mantap mengusung Nurdin Halid sebagai calon gubernur dan Asiz Qahar Muzakkar sebagai wakil gubernur pada Pilgub mendatang.

Paket tersebut lanjut dia, sudah final sehingga Golkar sulit membuka ruang bagi kandidat lain mengendarai Golkar di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Hal ini diperkuat dengan SK yang diberikan DPP kepada NH.

“Paket ini tinggal menunggu administrasi saja di dari DPP partai. Karena deklarasi pasangan dijadwal Juli 2017, ” tuturnya.

Menurutnya, usungan NH merupakan desakan beberapa DPD Golkar di berbagai wilayah. Keputusan ini juga merupakan keputusan DPP. “Keduanya sudah siap untuk deklarasi Juli mendatang,” jelasnya.

Ketua Bidang Media dan Komunikasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel, M Rajab menuturkan, Partai NasDem tentu komitmen dalam mengusung figur yang maju di pilkada 2018. Bahkan komitmen yang masih sakral adalah politik tanpa mahar. “Yang pasti ketua DPW NasDem pak RMS kita dorong,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Dikatakan, persoalan komunikasi politik sejauh ini hampir semua figur menjalin komunikasi. Meski demikian dia menyebutkan partai besutan Surya Paloh ini masih menunggu keputusan resmi DPP perihal figur yang diusung NasDem di Pilgub Sulsel. “Komunikasi dengan semua figur, tapi keputusan juga di DPP,” tutup anggota DPRD Sulsel ini.

Hal yang sama juga disampikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah. Ia mengaku untuk penentuan usungan figur pihaknya masih menunggu keputusan DPP perihal penjaringan kandidat.

Meski demikian ia mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol. Selain Golkar, Demokrat juga berkomunikasi dengan parpol lain. “Selain lakukan komunikasi pertemuan dengan Partai Golkar. Demokrat dan partai lain berpotensi koalisi,” katanya.

Dengan perolehan 11 kursi di DPRD Sulsel, Ulla membuka komunikasi politik dengan siapapun. Ia mengaku pernah bertemu empat mata dengan mantan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah dan Tanribali Lamo. Tak hanya itu, Ulla juga pernah bertemu dengan tim Burhanuddin Andi dan Ridwan Wittiri.

“Semuanya berpotensi. Partai Demokrat masih melakukan identifikasi calon yang bakal diusung, apakah internal atau eksternal tergantung keputusan partai,” tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengatakan, jelang Pilgub Sulsel Gerindra fokus pada pemantapan infrastruktur partai sebelum membuka penjaringan bakal calon yang akan di usung nantinya. Dimana, pasca dirinya dipercayakan menakhodai Gerindra di Sulsel, ia berkeinginan membangun komunikasi politik yang baik dengan semua figur bakal calon nantinya.

[NEXT-RASUL]

“Kita akan segera membuka penjaringan pasca rakorda. Kita sekarang lagi mempersiapkan infrastruktur untuk menyiapkan penjaringan. Jadi nanti negosiasi saya dengan calon dapat berjalan dengan baik untuk mencapai kemenangan,” ungkapnya.

“Dan penjaringan saya kira nanti di pertengahan puasa,” lanjutnya.

Idris menjelaskan, bahwa Partai Gerindra mempersilahkan kadernya berkeinginan untuk maju di Pilgub. Walaupun memang Gerindra tidak ingin berpolemik dengan mengincar posisi 01. Sehingga, Idris menyebutkan beberapa nama yang nantinya bisa disandingkan dengan bakal calon gubernur untuk disandingkan sebagai 02.

“Kita melihat kondisi itu, bahwa memadai memang bila memungkinkan kalau kita punya kader diambil. Ada beberapa kader kita yang mumpuni, ada pak H Nawir, Irwan Aras, Azikin Sultan, dan pak Latinro. Dan itu kita bisa dorong untuk mendampingi,” terang Idris.

Sebagai Parpol yang ingin menang, Gerindra tidak mementingkan posisi 01 maupun 02. Yang jelas, kata Idris, figur yang di usung nanti mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk masyarakat luas di Sulsel.

“Karena kita di Gerindra berkeinginan untuk mencari pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyat dan mengurangi tingkat ketimpangan ekonomi yang terjadi, jadi kita tidak ego bahwa kader harus maju,” jelasnya.

Saat ditanya terkait, peluang kader Gerindra Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang merupakan Wakil Gubernur Sulsel saat ini dimana mengincar posisi 01. Idris menyebutkan, baik kader internal maupun kader eksternal Gerindra memiliki peluang yang sama untuk diusung. Dan itu nantinya tergantung dari hasil penjaringan serta petunjuk dari DPP Gerindra.

[NEXT-RASUL]

Serta, lanjut Idris, figur yang di usung nantinya mau memberikan komitmen untuk memenangkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang apabila terpilih.

“Semua peluang figur sama, Gerindra sih siapa-siapa saja yang penting masuk ke penjaringan dan berkomitmen untuk membesarkan partai serta mau mengusung Prabowo sebagai presiden apa bila dia menang,” tegasnya.

Senada, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Irwan ST mengatakan bahwa PKS telah merampungkan tahap penjaringan bakal calon gubernur dari figur eksternal. Tinggal, mencari figur internal partai yang juga berkeinginan untuk maju di Pilgub nantinya.

“Kalau komunikasi dengan figur eksternal kita sudah selesai mi semua sudah adami datanya, kita tinggal menjaring dari figur internal. Bagaimana pandangan iternal nantinya, struktur juga sudah waktu kita rakorda, terakhir nanti saya kira tinggal survei. Setelah nanti ada data hasil survei kita akan setor ke DPP,” ungkapnya.

Terkait figur internal yang akan di dorong oleh PKS Sulsel. Irwan menyebutkan bahwa, sudah ada beberapa nama yang telah menyatakan akan maju, tetapi masih belum gencar melakukan sosialisasi ketimbang figur-figur lain yang akan maju.

“Kalau kita mungkin lebih banyak nanti andalkan dari pemira, karena dari internal sudah ditawarin juga ada beberapa nama, salah satunya Ketua DPW PKS Sulsel pak Malarangeng Tutu dan pak Jafar Sudding. Cuman kurang terlihat memang pergerakan sosialisasinya ketimbang figur-figur lain yang akan maju,” terang Legislator DPRD Makassar ini.

Irwan menjelaskan, PKS realistis dalam menentukan posisi di Pilgub nantinya. Apakah akan mencoba peruntungan sebagai 01 maupun 02. Tetapi itu bukan menjadi tujuan utama PKS, yang pasti figur yang di dorong nantinya dinilai mampu untuk meraih kemenangan di Pilgub Sulsel.

“Kita juga dorong kader, tapi kita realistis makanya ruang untuk maju juga lebih besar. Karena di internal partai juga terlihat tidak ada yang mau menempati posisi 01,” jelasnya.

Dari figur-figur yang telah menjalin komunikasi dengan PKS, Irwan menyebutkan tidak ada satupun nantinya yang akan di istimewakan baik internal maupun eksternal partai. Pasalnya, kata dia, yang menentukan siapa yang akan di usung adalah DPP PKS, semua bakal calon akan mengikuti mekanisme yang telah diatur.

“Jadi nanti sama ji prosesnya apakah ada internal yang mau maju tetap kita jaring juga, kita lihat peluangnya juga. Karena sekarang belum ada kelihat yang muncul. Kita tidak ada yang di istimewakan dan tentunya kita ikuti mekanisme. Karena proses sekarang yang menetapkan juga DPP kita tinggal menyodorkan nama-nama, membangun komunikasi dan mempeta-petakan kekuatan,” paparnya

“Yang jelas sudah ada 6 figur eksternal yang komunikasi dengan kita dan semua itu peluangnya sama. Kita realistis sajalah untuk Pilgub,” pungkas Irwan. (E)


Tag
  • pilkada 2018
  •  
    div>