SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Kursi Panas Pimpinan DPRD

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Senin , 01 Oktober 2018 09:00
Kursi Panas Pimpinan DPRD

ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Target tinggi dipasang partai politik (Parpol) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Khususnya untuk DPRD Provinsi Sulsel.

Tak tanggung-tanggung, parpol mengincar kursi pimpinan DPRD. Sejumlah parpol menginginkan kadernya duduk di kursi empuk tersebut. Perebutan pucuk pimpinan pun dipastikan panas.
Sementara diketahui, kursi pimpinan DPRD Sulsel saat ini dijabat oleh kader Golkar. Golkar pada Pileg 2014 lalu menguasai 18 kursi.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel percaya diri bisa merebut ketua DPRD dari tangan Partai Golkar.

Ketua Bappilu PDIP Sulsel, Iqbal Arifin mengatakan, dengan kemenangan Pilgub lalu membuat pihaknya optimis bisa meraih suara terbanyak dan meraih kursi Ketua DPRD Sulsel. “Kita target ketua DPRD,” ujarnya, Minggu (30/9/2018).

Kendati demikian, kata dia, semua itu akan terwujud jika para caleg bekerja secara masif bersama pengurus partai di semua tingkatan. “Semua bisa saja terjadi tergantung bagaimana kinerjanya para caleg PDIP Sulsel,” terangnya.

Iqbal menjelaskan, jika dilihat jumlah kursi yang ada saat ini, PDIP sudah memiliki modal awal untuk meraih suara terbanyak. Sebab PDIP Sulsel sudah memiliki modal awal dengan raihan 5 kursi di DPRD Provinsi Sulsel.

Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri secara normatif mengatakan, PDIP Sulsel akan maksimal menggenjot perolehan kursi pada Pileg 2019 mendatang. Tujuanya lanjut dia, adalah tak lain mengincar unsur pimpinan di parlemen.

“Jika tidak dapat ketua, menjadi wakil ketua itu target minimal. Makanya, sekarang kita konsolidasi semua tingkatan,” kata ARW.

Untuk itu, anggota DPR RI ini menekankan kepada kader dan caleg PDIP Sulsel punya dua misi besar dalam kontestasi Pemilu 2019 mendatang. Selain Pileg juga harus memenangkan usungan PDIP di Pilpres. “Kita instruksikan kepada caleg dan kader bahwa kita harus memenangkan PDIP di Sulsel,” pungkasnya.

Pada Pilgub lalu, PDIP berhasil mengantarkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebagai pemenang.

Nurdin Abdullah berpendapat, sebagai usungan PDIP di Pilgub lalu, dirinya berkomitmen untuk ikut memberikan kontribusi. “Saya ini usungan PDIP, saya sudah diusung dan menang sebagai Gubernur. Saya harus memberi kontribusi juga kepada parpol pengusung kami,” jelasnya.

Sementara Partai Golkar Sulsel menegaskan tidak akan menyerahkan kursi pimpinan DPRD Sulsel.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Nasir mengatakan, Partai Golkar memasang target tinggi di Pileg 2019 mendatang.

Ia mengaku optimis, partainya mampu mencapai target minimal 29 kursi. Menurutnya target 29 kursi tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan kursi Ketua DPRD Sulsel.

“Jika target itu dapat di peroleh, maka secara otomatis pimpinan di parlemen Sulsel bisa terwujud. Semua partai pasti berkeinginan mendapat kursi pimpinan,” katanya.

Olehnya, ia mengimbau kepada kader bekerja keras untuk memperoleh hasil sesuai target. “Kita punya target, oleh sebab itu kader Golkar serta para caleg tentu harus bekerja untuk memenangkan Pemilu,” jelasnya.

Optimisme untuk meraih kursi pimpinan juga disampikan Jubir Partai NasDem Sulsel, M Rajab. Ia menegaskan, jika partai besutan Surya Paloh itu berupaya untuk menambah jumlah kursi.

“Kita optimis kursi pimpinan ketua atau wakil akan kita raih,” jelasnya.

Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, menilai jika terget pimpinan DPRD setiap parpol bukanlah hal mudah. Parpol kata dia harus bekerja keras untuk meraih hal itu. “Target itu suatu planning yang harus dicapai. Akan tetapi, parpol harus bekerja keras juga,” katanya.

Menurut dia, kerja keras yang dimaksud adalah partai bisa menggalang dukungan yang banyak. “Oleh karena parpol akan berhadapan dengan parpol lain, maka harus kerja keras,” pungkasnya. (*)


div>