SELASA , 19 JUNI 2018

La Tunreng: Anak Dalam Kandungan Perlu Miliki BPJS Kesehatan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 12 Februari 2018 21:28
La Tunreng: Anak Dalam Kandungan Perlu Miliki BPJS Kesehatan

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, La Tunreng (kedua kiri), memberikan penjelasan mengenai produk dan pentingnya layanan BPJS Kesehatan di Coffeeholic, Panakkukang Square Makassar, Sabtu (10/2). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menganjurkan jika anak di dalam kandungan sudah perlu memiliki BPJS Kesehatan.

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, La Tunreng, menjelaskan, pentingnya anak dalam kandungan mendapat BPJS agar bisa mendapat pelayanan prima. Sebab, pelayanan kesehatan anak sudah perlu dirasakan mulai dalam kandungan hingga dewasa.

“Jadi sekarang ini, anak dalam kandungan sudah memiliki BPJS. Dan itu sudah terealisasi sejak 2014 lalu,” kata Latu, sapaan akrab La Tunreng diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (12/2).

La Tunreng yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel ini, menjelaskan, indikator dari hal tersebut merupakan program BPJS via keluarga. Dimana orang tua (bapak dan ibu) sedini mungkin sudah mendaftarkan anaknya yang di dalam kandungan ke BPJS.

“Jadi orang tua daftarkan anaknya yang masih dalam kandungan. Setelah lahir dia (anak tersebut) langsung menerima kartu BPJS,” terangnya.

Dijelaskan, BPJS dari awal telah menganjurkan program tersebut. Namun, sampai saat ini masih segelintir orang saja yang menjalankan program itu. Padahal ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun.

“Insya Allah, untuk di Sulsel kami akan sosialisasikan program ini, agar masyarakat tahu. Ternyata anak yang masih dalam kandungan sudah bisa didaftar sebagai peserta BPJS,” urainya.

La Tunreng menambahkan, untuk program seperti itu, pihaknya juga akan mengkoordinasikan dengan pihak puskesmas dan klinik. Bahwa BPJS via keluarga tidak bisa terhindar dari pelayanan kesehatan secara cepat.

“Jadi klinik, puskesmas, dan rumah sakit, tidak ada lagi sistem tolak menolak bagi peserta BPJS via keluarga. Karena anak yang di dalam sudah menjadi peserta BPJS,” ucapnya.

Ia juga berjanji, jika kedepannya pihaknya juga akan sesegera mungkin mensosialisasikan program tersebut dan melibatkan seluruh stakeholder, agar ini (BPJS via keluarga) bisa tersentuh di seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pertemuan untuk mensosialisasikan program ini kembali. Meskipun baru sebagian masyarakat yang tau. Insya kedepannya semua masyarakat menjalankannya,” janji La Tunreng. (***)


div>