Rabu, 23 Agustus 2017

Laga Indonesia-Myanmar Dipimpin Wasit Asal FIlipina

Selasa , 21 Maret 2017 11:25

RAKYATSULSEL.COM – pelatih u-22 timnas indonesia Luis milla saat melakukan latihan rutin di lapangan SPH Karawaci, Tangerang (18/03/2017). Indonesia akan berhadapan dengan myanmar dalam laga persahabatan pada tanggal 21 maret 2017 mendatang.

pelatih u-22 timnas indonesia Luis milla saat melakukan latihan rutin di lapangan SPH Karawaci, Tangerang (18/03/2017). Indonesia akan berhadapan dengan myanmar dalam laga persahabatan pada tanggal 21 maret 2017 mendatang

Perkembangan sepak bola di Fiipina terus menunjukan perkembangan positif. Buktinya, mereka menduduki peringkat tertinggi ranking FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) untuk kategori negara-negara kawasan Asia dengan berada di posisi 124 dunia. Jauh lebih dari Indonesia yang saat ini berada di posisi 167 dunia.

Hebatnya, keberhasilan tersebut tidak hanya terjadi di level timnas, melainkan juga oleh para wasit mereka.

Ya, pertandingan ujicoba timnas U-22 melawan Timnas Myanmar di Stadion Pakansari, Bogor, sore nanti, akan menjadi panggung bagi wasit asal Filipina, Clifford Daypuyat yang baru berusia 29 tahun.

Memang, merunut dari regulasi pertandingan internasional A FIFA, setiap negara yang sedang mekakukan pertandingan tidak boleh memakai wasit dari negara sendiri untuk memimpin laga tersebut. Wasit dari negara tuan rumah hanya diperbolehkan menjadi ofisial keempat alias wasit cadangan.

Salah satu wasit senior tanah air, Suharto menuturkan bahwa, penugasan Daypuyat dalam laga ujicoba tersebut seharusnya menjadi motivasi tersendiri bagi wasit-wasit muda tanah air agar bisa mendapat kepercayaan memimpin pertandingan internasional. Sebab, setelah era wasit Jimmy Napitupulu, Indonesia sangat kesulitan melahirkan wasit di level FIFA Elit.

‚ÄĚJadi, satu hal paling penting, federasi harus memberikan banyak kesempatan kepada wasit-wasit muda untuk memimpin pertandingan di kompetisi kasta tertinggi musim baru nanti. Karena, sarat utama menjadi wasit FIFA Elit, adalah jam terbang di kompetisi kasta tertinggi negara masing-masing,” pungkasnya.

Wasit asal DKI Jakarta ini juga mengapresiasi Clifford Daypuyat yang sudah bisa mendapat kesempatan di level internasional itu. Meski begitu, Suharto mengungkapkan, usia Daypuyat sudah tidak muda lagi. Apalagi, selama ini dia belum memiliki rekam jejak memimpin pertandingan internasiona sekalipun.