SABTU , 20 OKTOBER 2018

Lagi, Bantuan Handtraktor di Takalar Diduga Digelapkan

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 03 September 2017 10:21
Lagi, Bantuan Handtraktor di Takalar Diduga Digelapkan

ILUSTRASI

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Akhir-akhir ini bantuan alat pertanian (alinstan) di Kabupaten Takalar menuai sorotan dan masalah, dimana ada beberapa bantuan handtraktor yang diperjual belikan bahkan digelapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Seperti baru-baru ini yang terjadi di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Handtraktor milik ketua kelompok tani dialihkan ke masyarakat lain karena dimintai uang sebesar Rp14 juta.

Padahal bantuan alinstan dari pemerintah itu gratis. Hal yang sama bahkan terjadi di Kecamatan Polut. Kejadian ini menimpa kelompok tani Kalimarri Dusun Boronginru Desa Lassang Kecamatan Polut Kabupaten Takalar, yang di ketuai Muma Dg. Tiro.

Menurut Muma Dg.Tiro, bantuan handtraktor dari Dinas Pertanian Kabupaten Takalar sampai sekarang belum diterima. “Tapi anehnya ada yang sudah buatkan berita acara serah terima barang dan tanda tangan saya dipalsu oleh oknum tertentu diatas bermaterei 6000 dan stempel,” ujarnya.

Muma menceritakan, jika pada saat itu salah sau anggota kelompok taninya, Dg Liwang, meminta proposal untuk memasukkan bantuan Handtraktor di Dinas Pertanian, melalui Tajjur Dg.Ngemba warga Lassang.

“Ini bisa ketahuan pada saat ada tiga orang yang datang di rumahku dan mencari handtraktor bantuan dari dinas Pertanian, ternyata handtraktor itu sudah diserah terimakan pada tanggal 11 Agustus lalu. Sejak bantuan dikeluarkan saya bersama anggota kelompok tidak pernah menandatangani selembar kertas berupa serah terima barang,” akunya.

Sementara Jama Dg Liwang mengatakan pada saat bantuan handtraktor itu keluar dirinya dimintai uang sebanyak Rp 15 juta oleh Tajjur Dg.Ngemba yang tinggal di Desa Lassang Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

“Saya tidak memenuhi permintaan Tajjur Dg Ngemba sehingga bantuan handtraktor itu tidak diberikan di kelompok kami,” bebernya.

Sementara Kasi Alsintan, Achiruddin mengatakan pada saat dikeluarkan bantuan handtraktor itu, dirinyha tidak berada di kantor karena orang tuanya sakit. “Secepatnya saya akan laporkan Tajjur Dg Ngemba ke penegak hukum karena kuat dugaan dia telah melakukan pemalsuan dokumen dan terindikasi melakukan penggelapan,” tegas Achiruddin. (Supahrin)


Tag
  • Handtraktor
  •  
    div>