JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Lagi, Politisi Golkar Terjerat Kasus Korupsi

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 21 Juni 2017 20:32
Lagi, Politisi Golkar Terjerat Kasus Korupsi

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan empat tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu selama 20 hari ke depan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan keempatnya ditahan di empat rutan berbeda.

“Gubernur Bengkulu RM (Ridwan Mukti) ditahan di rutan cabang KPK di Guntur, sementara istrinya LMM (Lili Martiani Maddari) ditahan di rutan C1 KPK,” jelasnya dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6).

Tersangka Jhoni Wijaya selaku direktur PT Statika Mitra Sarana ditahan di Rutan Cipinang, sedangkan tersangka Rico Dian Sari yang juga pengusaha dan bendahara DPD Partai Golkar yang diduga berperan sebagai perantara suap ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

“Keempatnya dibawa ke rutan pada pukul 06.30 sampai pukul tujuh pagi. Karena mempertimbangkan batas aspek 24 jam maksimal pemeriksaan untuk menentukan status hukum,” tambah Febri.

Gubernur Ridwan Mukti yang juga merupakan ketua DPD Golkar Bengkulu diduga menerima suap dari Direktur PT Statika Mitra Sarana Jhoni Wijaya. Uang tersebut sebagai pemberian terkait proyek pembangunan TES-Muara Aman dan pembangunan Jalan Curuk Air Dingin di Kabupaten Rejang Lebong yang dimenangkan PT Statika Mitra Sarana.

Jhoni diduga melakukan komitmen dengan Ridwan untuk memberikan komisi sebesar 10 persen per proyek. Proyek pembangunan TES-Muara Aman memiliki nilai proyek Rp 37 miliar, sedangkan proyek pembangunan Jalan Curuk Air Dingin nilai proyek mencapai Rp 16 miliar. [wah/RMOL]


Tag
div>