RABU , 14 NOVEMBER 2018

Lagi, Satu Mayat Ditemukan di Longsor Ponorogo

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 25 April 2017 13:36
Lagi, Satu Mayat Ditemukan di Longsor Ponorogo

SATU LAGI: Jasad korban longsor Banaran, Pulung, dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Harjono Ponorogo, Senin (25/4). (R BAGUS RAHADI/Jawa Pos Radar Ponorogo)

RAKYATSULSEL.COM – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo kembali menemukan satu jenazah korban tanah longsor di Dusun Tangkil, Banaran, Pulung. Korban yang belum teridentifi kasi itu ditemukan di sungai wilayah zona C atau paling ujung dari rumah terdampak. ‘’Jenazah kami temukan tersangkut di tumpukan kayu yang menutup aliran sungai itu,’’ kata Plt. BPBD Ponorogo Sumani, kemarin (24/4).

Menurut Sumani saat ini jasad korban belum bisa dikenali. Sebab, tertimbun material longsoran 24 hari. Namun, kondisinya masih utuh. Ciricirinya berjenis kelamin lakilaki dan hanya mengenakan celana dalam. Rambutnya sudah habis. Jasad korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo. Saat ini pihaknya masih menunggu tim forensik dari RS Bhayangkara Surabaya yang dijadwalkan tiba besok pagi (hari in). ‘’Saat ini jenazah masih dititipkan di RSUD Ponorogo,’’ ungkapnya.

Penemuan itu tidak sengaja. Sejak pagi timnya sedang melakukan normalisasi sungai untuk membuka aliran yang tertutup material longsoran. Agar bisa mengalir lancar dan tidak menimbulkan banjir bandang. Itu sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Sekitar pukul 13.00 kemarin, petugas melihat jasad tersangkut di tumpukan kayu.

Kondisi lokasi bencana saat ini memang tidak seramai sebelumnya. Proses normalisasi hanya dilakukan petugas BPBD Ponorogo. Sedangkan relawan lain sudah ditarik mundur. Sehingga, saat menemukan korban kemarin pihaknya cukup kesulitan. Pihaknya juga belum siap kantong jenazah. Baru sekitar pukul 14.00 jenazah dievakuasi dan tiba di RSUD dr. Harjono sekitar pukul 16.00. ‘’Tapi secara keseluruhan proses evakuasi berjalan lancar,’’ tuturnya.

Setelah penemuan ini, Sumani menyebut tidak ada perubahan agenda. Tetap melanjutkan proses pemulihan fisik dan psikologis keluarga korban. Sebab, proses pencarian korban hilang sudah dihentikan. Hingga tiga bulan ke depan, pihaknya akan fokus masa pemulihan. Di antaranya normalisasi akses jalan, sungai, sekolah dan fasilitas lainnya. Setelah itu diharapkan kondisi Banaran kembali normal. ‘’Harapannya aktivitas sosial bisa normal kembali. Begitu juga pendidikan, keagaaman, ekonomi dan sebagainya,’’ paparnya.

Meski fokus pada masa pemulihan, pihaknya juga siap jika kembali menemukan 23 korban yang masih hilang. Sedangkan proses pembangunan hunian tetap belum ada keputusan. Rencananya, kemarin pihaknya bersama tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mensurvei lokasi untuk hunian tetap. Namun, tertunda karena pihak PVMBG ada agenda lain. ‘’Kami belum bisa memastikan lokasi pembanguan hunian tetap untuk korban terdampak nanti,’’ pungkasnya.


div>