Lah! Ada Bungkusan Mencurigakan Saat “CD” Pelaku Dibuka, Selanjutnya..

Sejumlah barang bukti sabu-sabu yang berhasil disiyta Polda Jambi (Jambi Ekspres/JPG)

RAKYATSULSEL.COM –  Anggota Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, kembali mengungkap dua kasus narkoba dengan modus berbeda. Yakni melalui jalur udara dan darat. Barang bukti diamankan 1,9 Kg sabu dari Tiongkok.

Dari dua kasus ini diamankan empat tersangka, yakni  Abdulah Rigianti (26) dan Musa Jailani (32) Keduanya menyelundupkan sabu ke Jambi melalui bandara.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, mengatakan, penangkapan dilakukan Senin (14/4) lalu. Barang bukti yang diamankan 3 paket sabu seberat 3 ons.

“Diselundupkan melalui Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Modusnya, pelaku menyembunyikan narkoba di celana dalam dan sepatu,” ujar Brigjen Pol Yazid Fanani seperti ditulis Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (21/4).

Menurutnya, narkoba disembunyikan di dalam celana dalam  guna mengelabui petugas. Namun, kedua tersangka berhasil dibekuk anggota Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi.

Dalam jaringan yang berbeda juga diamakan dua tersangka. Keduanya yakni Saiful Lidan (41)  dan M Khaidir Ismail (42) . Barang bukti diamankan 1,6 Kg sabu.

“Penangkapan dilakukan anggota Subdit III Ditresnarkoba, Senin (17/4) di kawasan Jalan Lintas Timur KM 32, Desa Bukit Baling tepatnya di depan Polres Muarojambi,” jelas jenderal polisi bintang satu ini.

Mereka ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku menggunakan mobil Honda City pelat BK 1726 ZZ. 1,6 sabu sendiri disimpan di dalam bagasi mobil.  “Hasil pemeriksaan sementara, sabu ini dipasok dari Cina. Nilainya mencapai miliaran rupiah,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi Kombes Pol Ade Sapari, menyebutkan, penangkapan kedua tersangka merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan anggotanya.

“Ini hasil penyelidikan anggota setelah mendapatkan infromasi dari masyarakat terkait akan ada pengiriman sabu melalui Jambi,” ujar Kombes Pol Ade Sapari.

Menurutnya, dua kurir ini diupah Rp50 juta oleh bandar yang kini masih dalam penyelidikan. Upah tersebut rencananya akan diberikan setelah sabu sampai ke pemesan.

“Upahnya puluhan juta. Pelaku ngaku upah akan dibayarkan setelah barang (narkoba,red) sampai ke pemesan,” tandasnya.