RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Lahan Jadi Sandaran Kapal, Petani Rumput Laut Bantaeng Minta Ganti Rugi

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Senin , 10 September 2018 17:20
Lahan Jadi Sandaran Kapal, Petani Rumput Laut Bantaeng Minta Ganti Rugi

Petani Rumput Laut

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Petani rumput laut minta ganti rugi lahan yang dijadikan dermaga tempat sandar kapal pengangkut biji nike milik PT. Huadi di Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang.

Dari awal pembangunan sampai sekarang, belum ada tanda – tanda lahan petani yang sehari – hari menjadi mata pencaharian akan mendapatkan ganti rugi.

Lahan petani rumput laut yang cukup luas ini diperkirakan jika harus diganti rugi sekitar Rp. 600 juta secara keseluruhan.

“Karena belum adanya kepastian ganti rugi lahan petani rumput laut di Desa Papanloe oleh PT. Huadi  kami memberi waktu (dead line) selama dua minggu kedepan,” tegas Aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulsel, Yudha Jaya, Senin (10/9).

Dia berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD)  Kabupaten Bantaeng serius menangani permasalahan ini. Apalagi, otomatis mata pencaharian masyarakat terenggut karena dermaga sandaran kapal ini.

“DPRD Bantaeng sebagai tempat kami menyampaikan aspirasi beberapa hari yang lalu terkait kasus tersebut tentunya kami berharap DPRD Bantaeng bersikap serius,” ujarnya.

Demi membela rakyat kecil, dia mengancam akan melakukan aksi di DPRD Bantaeng bersama dengan masyarakat apabila tidak menemukan solusi.

“Namun jika persoalan rakyat itu tidak menemukan titik terang maka kami dari mahasiswa akan melakukan aksi di DPRD Bantaeng,” tegasnya lagi.  (*)


div>