MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Lahan Kolam Retensi Sudah Siap

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 14 Februari 2018 11:00

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lahan pembangunan kolam retensi yang rencananya bakal dibangun di Jl Hertasning oleh Dinas PU dengan Bantuan Perusahaan Jepang diklaim telah siap. Kini, pembangunan kolam antisipasi banjir tersebut tinggal menunggu proses kajian dirampungkan pihak perusahan Jaika.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase, Fuad Azis mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kajian dari Tim perusahaan Jepang tentang pembangunan kolam retensi di Jl Hertasning.

“Kemarin waktu pertemuan rapat bantuan teknis dengan Jaika, salah satu dokumen perencanaan drainase di Makassar yang dimasukkan yaitu pembuatan kolam retensi, penting karena bisa difungsikan sebagai sumber air untuk penyiraman tanaman,” ucap Fuad, Selasa (13/2) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa selama dua tahun belakangan ini, pihaknya bersama tim dari perusahaan Jaika melakukan identifikasi lapangan dan melakukan kunjungan ke lokasi kemudian mempelajari perizinan. Kini entuk lahan pembangunan retensi telah rampung.

“Mereka (Perusahaan Jaika) sementara persiapan bahan material, kita belum tahu kapan realisasi kolam retensinya karena dananya mereka yang siapkan untuk di halaman kantor gubernur. Jadi kita tunggu seperti apa kolam retensi di sana baru kemudian kita bangun di Hertasning,” lanjutnya.

Untuk kolam retensi di Hertasning, Dinas PU Kota Makassar menyiapkan anggaran APBD 2018 sekira Rp 10 miliar yang rencananya akan dibangun di lapangan bola Hertasning, tahun 2018 ini.

“Anggaran kita siapkan Rp 10 miliar khusus untuk di lapangan Hertasning (pinggir lapangan), kita upayakan pembangunannya 2018,” kata Fuad.

Rencananya?, kata Fuad, kolam retensi yang dibangun di lapangan Hertasning seluas 3×20 meter, dengan kedalaman 2,20 meter.

Kolam retensi ini berfungsi sebagai waduk tunggu yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya genangan air hujan terlebih saat pasang air laut.

Pasalnya, beberapa wilayah pemukiman padat penduduk di Kota Makassar ketika hujan deras turun kanal tidak bekerja secara optimal, sehingga menyebabkan terjadinya genangan.

“Sekarang kita hanya memperlambat air masuk ke kanal, nanti genangan disekitar situ (lapangan hertasning) kita maksimalkan tertampung di kolam retensi itu. Jadi setelah hujan deras kita pompa dan buangannya itu di waduk pampang,” jelasnya. (*)


div>