RABU , 17 OKTOBER 2018

Lampaui Target, Penerimaan Bea Cukai Didominasi Pajak Rokok

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 04 Oktober 2018 13:58
Lampaui Target, Penerimaan Bea Cukai Didominasi Pajak Rokok

int

PAREPARE, RAKSUL- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Type Madya Pabean (TMP) C Parepare menggelar upacara peringati Hari Bea Cukai ke-72. Dalam kegiatan itu, KPPBC TMP C Parepare memaparkan progres kinerja hingga September 2018.

Kepala Kantor KPPBC TMP C Parepare, Eva Arifah Aliyah mengatakan mengacu pada tema yang bertajuk “Kerja Cerdas, berintegritas, menuju Lepas Landas” dia berharap para stakeholder nantinya semakin meningkatkan kinerja.

“Bukan tidak bagus, tapi semoga ke depannya semakin meningkat dan mempertahankan yang sudah baik. Mari kita bekerja keras lagi, menjaga integritas, dan melakukan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu dia juga memaparkan terkait penerimaan Bea Cukai secara nasional. Dimana, program sinergi Bea Cukai dengan pajak hingga September 2018 menghasilkan tambahan penerimaan lebih dari Rp. 11 Triliun, dari target Rp. 20 triliun.

“Dalam skala nasional, sampai dengan September 2018, Bea Cukai berkontribusi cukup signifikan mendukung APBN melalui penerimaan sebesar 301,47 triliun atau 29,80% dari penerimaan perpajakan nasional, penerimaan bea masuk, bea keluar, cukai, dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI),” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk meminimalisir pelanggaran, saat ini pihak KPPBC TMP C Parepare juga meningkatkan pengawasan dengan melakukan berbagai penindakan baik dalam bidang impor, ekspor, dan cukai. Meskipun pihaknya terkendala Sumber Daya Manusia (SDM).

“SDM kami termasuk saya itu hanya 46 orang, sementara wilayah yang kami awasi 12 Kab/kota. Tujuh di Provinsi Sulsel, dan lima daerah di Sulbar. Sebenarnya disetiap pelabuhan yang terindikasi terjadinya pelanggaran itu harus ada penjagaan, tapi karena SDM kami terbatas jadi kami mengawasi secara bergiliran. Tentunya hal ini untuk meminimalisir penyelundupan Impor rokik, minuman ilegal, hingga narkotika,” urai Eva.

Terpisah, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP C Parepare, Sofyan Hakim mengatakan hingga September 2018 realisasi penerimaan kepabean dan cukai pada KPPBC TMP C Parepare melebihi target.

Di antaranya, bea masuk dan pungutan lainnya, capaiannya sebesar Rp. 7.462.679.000 atau 493,89% dari target Rp. 1.517.668.000. Sedangkan Cukai dan pungutan lainnya mencapai Rp. 10.722.300.000 atau 728,91% dari target Rp. 1.471.000.000.

“Alhamdulillah penerimaan Bea dan Cukai melebih target. Penerimaan cukai yang paling banyak itu berasal dari rokok. Jadi kami memang selalu mengedukasi para pengusaha rokok agar taat pajak membayar cukai, hal ini tentu juga untuk meminimalisir masuknya rokok ilegal,” jelas Sofya.

Dia menambahkan penerimaan Bea dan Cukai berpotensi meningkat hingga akhir tahun 2018.

“Hingga akhir tahun, dua bulan kedepan untuk target bea masuk itu sebesar Rp. 1,6 miliar, sedangkan cukai Rp. 2 miliar,” tutupnya. (MP1)


div>