KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Laporan Asal-asalan, Dewan Semprot Perusda

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 05 April 2016 10:40
Laporan Asal-asalan, Dewan Semprot Perusda

MDFAJAR/RAKYATSULSEL MONITORING EVALUASI. Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo rapat Monitoring Evaluasi kinerja 6 Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Makassar, di Ruang Banggar Kantor DPRD Makassar, Senin (4/4).

Rakyatsulsel.com — Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) triwulan pertama Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, yang menghadirkan empat Perusahaan Daerah (Perusda), berlangsung tegang.

Rapat Monev kemarin membuat Anggota Komisi B naik darah lantaran laporan kinerja Perusda triwulan pertama dibuat asal-asalan. Tidak hanya itu, empat Perusda bahkan dinilai belum ada yang memenuhi target pendapatan sebesar 22 persen.

Yang paling membuat Anggota Komisi B kesal adalah, PD Pasar yang hanya mengutus Direktur Umum, Alham Arifin, tanpa kehadiran Direktur Utama, Rahim Bustam.

“Semua Perusda diwakili oleh Dirutnya masing-masing, hanya PD Pasar ini yang diwakili. Kami di komisi B sudah sepakat kalau pembahasan tidak akan dilanjutkan tanpa kehadiran Dirut, dan kesepakatan itu harus dijalankan, apalagi ini bukan kali pertama rapat bersama PD Pasar tanpa kehadiran Dirut,” kata Anggota Komisi B Yeny Rahman, Senin (4/4).

Karena tidak mampu menghadirkan Dirut Umum, Dirut Operasional PD Pasar Alham Arfin terpaksa harus meninggalkan rapat. Menurutnya, Dirut Umum PD Pasar tidak bisa menghadiri rapat Monev tersebut karena sedang demam.

“Saya kira bukan berarti saya yang mewakili beliau (Dirut Umum PD Pasar) tidak mampu menjawab pertanyaan anggota dewan,” kata Alham Arifin.

Sementara untuk tiga perusda yang mendapat semprot dari Anggota Komisi B yakni, PD Terminal, PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan PD Rumah Potong Hewan (RPH). Hanya satu perusda yang lolos dari hujatan dewan, yakni PD Parkir. Meski demikian, PD Parkir dianggap belum cukup mampu menyelesaikan masalah juru parkir liar (jukir).

[NEXT-RASUL]

Anggota Komisi B, Sampara Syarif mengatakan, meskipun realisasi pendapatan PD Parkir triwulan pertama, hampir dibilang sempurna yakni 21,3 persen atau Rp3 miliar dari target yang dicanangkan Rp15 miliar.

Namun kata dia, PD Parkir hingga saat ini belum mampu menertibkan jukir liar yang banyak menguasai lahan-lahan perparkiran di Makassar, utamanya pelataran jalan.

“Sementara PD Terminal, selain pendapatan yang belu mencapai target, sejauh ini terminal bayangan masih merajalela. Sementara PD BPR dan PD RPH masih dipersoalan yang sama, yakni pendapatan yang jauh dari terget,” katanya.

Seperti diketahui, PD Terminal tahun ini menargetkan total pendapatan sebesar Rp7,5 miliar dan Rp536 juta deviden. Di triwulan pertama ini PD terminal sudah merealisasikan 19 persen atau sekitar Rp 1,4 miliar dari target.

“Kendalanya adalah saat ini musim hujan jadi mempengaruhi tingkat perjalanan, selain itu masih ada¬† Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di luar terminal,” kata Dirut PD Terminal, Hakim Syahrani.

Sementara, PD RPH menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,7 miliar tahun ini, dengan deviden Rp 500 juta. Untuk triwulan pertama realisasi sudah mencapai 17 persen atau sekitar Rp 293 juta dari terget dengan total hewan yang dipotong tiap harinya minimal 70 ekor.

“target kita tidak bisa tercapai karena terkendala infrastruktur dan kami diawasi banyak pihak untuk penyembelihan hewan,” jelasnya.


Tag
div>