RABU , 14 NOVEMBER 2018

Laporannya Mandek, Warga Takalar Keluhkan Kinerja Polda Sulsel

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Rabu , 28 Maret 2018 23:40
Laporannya Mandek, Warga Takalar Keluhkan Kinerja Polda Sulsel

Pelaku penggelapan sertifikat tanah, Sapri Daeng Lawa.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Berdasarkan laporan Polisi nomor : LPB/14/1/2018/SPKT, tanggal 10 januari 2017 lalu, Sukmawati Daeng Kamma melaporkan Sapri Daeng Lawa sebagai pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan sertifikat di Kantor BPN Takalar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KHUP pidana.

Dimana Muhammad Sudar Daeng Sibali, saudara dari Sukmawati Daeng Kamma pernah memasukan sertifikatnya di BPN Takalar, untuk pengurusan perubahan alamat di sertifikat tanahnya. Karena alamat di sertifikatnya masih alamat Desa Parasangan Beru, sementara sudah dimekarkan menjadi Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong.

Pada saat proses di BPN Takalar, Sapri Daeng Lawa warga Desa Pa’lallakang, Kecamatan Galesong, yang diduga telah mengambil sertifikat tanah miliknya di BPN Takalar, tanpa sepengetahuan dia.

“Kami heran, di BPN Takalar, kenapa bisa dengan mudahnya sertifikat saya diberikan orang yang tidak punya hak, kuat dugaan telah terjadi konspirasi antara pegawai BPN Takalar dengan
Sapri Daeng Lawa,” ungkapnya, Rabu (28/3).

Sementara Sukmawati Daeng Kamma, sebagai pelapor di Polda Sulawesi Selatan, sangat kecewa dan mengeluh lantaran laporannya kurang disikapi oleh Polda Sulawesi Selatan. “Saya sudah melapor di Polda Sulsel sejak tahun 2017 lalu, namun sampai sekarang pelaku belum ditahan,” ujarnya.

Pada tanggal 17 Januari 2018, dirinya diberikan surat dari Polda Sulsel, perihal surat pemberitahuan perkembangan penelitian laporan (A. 1). Namun sampai sekarang tidak ada lagi penyampaian perkembangan laporan. Bahkan Sukmawati mengaku beberapa kali menelpon nomor penyidiknya, namun tak pernah dihiraukan.

“Kami sebenarnya keluhkan kinerja Polda Sulawesi Selatan, dimana dia seharusnya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, namun kenyataannya sangat mengecewakan bahkan penyidikannya terkesan tidak sesuai dengan standard operating procedure (sop) Polisi,” ujarnya.

“Kami berharap kepada Polda Sulsel agar bisa serius dalam menangani laporan saya dan bisa secepatnya menangkap yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan terhadap sertifikat saya,” harapnya. (*)


div>