MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Larangan Demo di Sekolah Jadi Perda, Gagasan DPRD Parepare ini Pertama di Indonesia

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 25 Mei 2018 15:14
Larangan Demo di Sekolah Jadi Perda, Gagasan DPRD Parepare ini Pertama di Indonesia

int

PAREPARE RAKSUL.COM– Peraturan daerah (Perda) inisiatif digagas Komisi II DPRD Parepare, untuk melindungi warga sekolah.

Tujuannya untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan efektivitas proses pembelajaran dalam lingkungan sekolah.

Jika Perda ini terealisasi, maka akan menjadi yang pertama di Provinsi Sulsel, bahkan Indonesia. Hal ini diungkap Wakil Ketua DPRD Parepare yang juga Koordinator Komisi II, Rahmat Sjamsu Alam, Jumat, 25 Mei 2018.

Menurut Rahmat, meski sudah ada Permendikbud, namun Perda ini akan menguatkan dan menjadi jaminan bagi warga sekolah (siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan).

“Perda ini akan mengatur hubungan siswa dengan guru, guru dengan orang tua siswa, sekolah dengan komite, serta sekolah dengan stakeholder pendidikan,” terang Rahmat.

Dalam Perda juga akan mengatur soal keamanan di lingkungan sekolah, tidak boleh ada aktivitas demo atau huru hara dan sejenisnya di sekolah, termasuk masalah kantin, kualitas serta jaminan kesehatan makanan dan minuman di sekolah.

Perda ini juga lanjut Rahmat, akan mengatur soal tidak dibolehkannya penjualan minuman keras atau minuman beralkohol dan rokok di sekitar lingkungan sekolah.

Dan yang terpenting kata Ato, sapaan Rahmat, Perda ini akan membantu sekolah untuk menutupi biaya-biaya yang tidak terakomodasi dalam anggaran pemerintah pusat, salah satunya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi dalam Perda akan membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk membantu penganggaran yang tidak tercover pemerintah pusat. Seperti anggaran untuk keamanan dan cleaning service kan tidak ada di BOS, nanti tercover di situ. Namanya BOSDA atau BOS Daerah,” papar Ketua DPC Partai Demokrat Parepare ini.

Rahmat mengaku, Perda inisiatif ini sudah dikonsultasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo, dan direspons positif.

“Bahkan Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel mengapresiasi, jika sudah diterapkan di Parepare, maka provinsi pun akan ikut menerapkan,” tandas Rahmat. (*)


div>