SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Laris Manis, Rivai Ras Diskusi Maritim di Poltek AMI Makassar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 29 April 2016 18:11
Laris Manis, Rivai Ras Diskusi Maritim di Poltek AMI Makassar

Kampus AMI Veteran Makassar, Jl. Nuri. Foto:das

MAKASSAR, RakyatSulsel.com –Bakal calon Gubernur Sulsel yang juga Pakar Pertahanan dan Kemaritiman Indonesia, Dr. Ir. H. Abdul Rivai Ras, MM. MS. M.Si (ARR), laris manis sebagai pembicara. ARR sering diundang tampil sebagai pemateri di berbagai lokasi.

Kali ini, putra asli Bone itu akan tampil sebagai pembicara dalam Diskusi Maritim “Pertahanan Maritim Indonesia di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” pada Sabtu, 30 April 2016 besok, di kampus Politeknik Maritim AMI (Akademi Maritim Indonesia) Makassar.

Rivai Ras akan tampil berbicara bersama Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar, Amrin Rani, SE.MM.

Menurut Ketua Bidang Pemberdayaan Potensi Daerah Badan Pengurus Pusat KKM-Bone (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone) ini, pertahanan maritim adalah merupakan salah satu sektor dari pilar pembangunan maritim Indonesia. “Kita kembalikan kejayaan maritim Indonesia dari Sulsel,” papar Pendiri dan Konseptor Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Alumni Teknik Arsitektur Unhas ini melanjutkan, potensi sumber daya maritim kita, cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari perikanan, termasuk perikanan tangkap, budidaya, dan pengolahan sebesar US$ 47 miliar per tahun.

Sedangkan dari pariwisata bahari mencapai US$ 29 miliar per tahun. Dari energi terbarukan sebesar US$ 80 miliar per tahun yang terdiri dari energi arus laut, pasang surut, gelombang, biofuel alga, dan panas laut.

Sementara Biofarmasetika laut, lanjut Rivai Ras yang dikenal dengan tagline “Tegas, Cerdas, Fokus” dan “ARR For Sulsel Hebat” sebesar US$ 330 miliar per tahun. Dengan melimpahnya keanekaragaman hayati laut Indonesia, kata dia, dapat digunakan untuk pengembangan industri bioteknologi bahan pangan, obat-obatan, kosmetika dan bioremediasi.

[NEXT-RASUL]

Sedangkan dari sektor transportasi laut ada potensi US$ 90 miliar per tahun. “Sedangkan minyak bumi dan gas offshore senilai US$ 68 miliar. Sebanyak 70% dari produksi minyak dan gas bumi berasal dari pesisir, dengan 40 dari 60 cekungan potensial mengandung migas terdapat di lepas pantai, 14 di pesisir dan hanya 6 di daratan. Hasil seabed mineral mencapai US$ 256 miliar per tahun, sektor industri dan jasa maritim mencapai US$ 72 miliar per tahun dan garam mencapai US$ 28 miliar per tahun,” kata Anggota Senior ORARI itu secara detail.

Ditambahkan Rivai yang juga paham tentang tata ruang pertahanan wilayah dan perkotaan ini, tentang maritim Sulsel, dia optimistis masyarakat Sulsel akan mendukungnya lantaran visi misinya yang akan mengembalikan kejayaan maritim tanah kelahirannya ini.

“Untuk mewujudkan hal itu, tentunya harus menjadi pemimpin Sulsel. Ya, harus berjuang dan bertarung secara politik,” tegas Penerima Medali Kepeloporan di Bidang Pendidikan  Pertahanan dari Presiden RI ini.

ARR menambahkan, kejayaan maritim Indonesia harus bangkit sesuai program prioritas Presiden Jokowi yang memiliki impian nyata dengan mengembalikan poros maritim negeri ini. Tentunya,  misi itu dengan meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia.

“Nah, untuk mengembalikan poros maritim Indonesia, saya kira harus dimulai di wilayah timur terkhusus Sulsel,” kunci perencana pembangunan dan pelopor pendidikan pertahanan ini. (das)


Tag
  • rivai ras
  •  
    div>