SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Launching Operasi Laparoskopi dan CT Scan, RSAM Parepare Siap Jadi RS Rujukan

Reporter:

Editor:

Niar

Sabtu , 10 Februari 2018 16:15
Launching Operasi Laparoskopi dan CT Scan, RSAM Parepare Siap Jadi RS Rujukan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Rumah Sakit Andi Makkasau (RSAM) Kota Parepare melaunching layanan kesehatan operasi Laparaskopi dan Computerizes Tomography (CT) Scan.

Dengan hadirnya operasi Laparoskopi dan CT Scan yang dilaunching Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, Sabtu, (10/2/2018) ini menjadikan RSAM Parepare siap jadi rujukan di Utara Sulawesi, setelah Kota Makassar.

Masyarakat Parepare atau daerah sekitsrnya tak perlu lagi ke kota Makassar atau ke luar negeri untuk melakukan operasi tanpa pisau (Laparaskopi) ataupun jika ingin memeriksakan penyakit dalam dengan menggunakan sinar X atau CT Scan.

“Dengan adanya operasi Laparoskopi dan CT Scan yang merupakan buah pemikiran Bapak Walikota Taufan Pawe, masyarakat tidak perlu jauh ke Kota Makassar untuk dirujuk, cukup ke Parepare,” ujar dr Renny Anggraeny Sari, Plt Dirut RSUD Kota Parepare.

Hal senada juga diungkap Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe. Membangun Parepare dengan pendekatan hak dasar dan pelayanan dasar, menjadi konsep dalam mewujudkan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobon Asap. Ia berharap, dengan layanan ini, Parepare akan menjadi rujukan, sehingga teori telapak kaki yang diinisiatorinya dapat terealisasi.

“Saya berharap, tak ada lagi bunyi sirine yang tidak berhenti di Parepare, cukup di Parepare, jangan dilewati atau ke Makassar. Saya tidak akan tinggal diam untuk menjadikan rumah sakit ini menjadi kebanggaan,” optimis Taufan.

Hadirnya fasilitas kesehatan di Parepare, juga ditunjang oleh Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mengikutkan beberapa dokter ahli mengikuti pelatihan.

Pasal itu, Dokter Konsultan Bedah Digestif Wahidin, Makassar dr Ronald E Lusikooy, Sp. B KBD memberikan pujian.

“Di rumah sakit ini ada Dokter Ibrahim yang mempelopori Laparoskopi di Parepare. Ini tercatat di organisasi kami. Bahkan, Bantaeng dan Bulukumba sudah diajarkan, tapi tidak seaktif Parepare. Setelah Makassar, Pareparelah yang paling aktif,” puji dr Ronald. (nia)


div>