JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Lawan Petugas, Residivis Curanmor Ditembak Mati

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 26 April 2017 10:36
Lawan Petugas, Residivis Curanmor Ditembak Mati

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma menjelaskan kronologi tembak mati residivis Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas) atau begal, Basri Dg Lewa.

Basri sejak keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) akhir Januari lalu tercatat sudah 11 kali melakukan pencurian periode Maret-April 2017.

“Saat diintrogasi, dia (Basri Dg Lewa) mengakui ditahan di lapas sebanyak 2 kali karena jadi residivis,” ujar Erwin di RS Bhayangkara diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (26/4).

Pelaku menjual hasil curiannya Rp1 juta lalu pakai membeli narkotika jenis sabu. Dari hasil pemeriksaan, tersangka positif mengonsumsi narkoba. “Namun kita tidak tahu apakah pengedar atau bukan. Yang jelas dia pecandu berat karena adanya irisan di lengannya,” tambahnya.

Ia menceritakan, Basri sebelum ditembak mati oleh Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel saat pengembangan TKP di rumah DPO Sikki, tersangka melarikan diri dan masuk ke kebun. Pelaku lalu mengambil mengambil senjata tradisional jenis panah (Busur) di sebuah gubuk lalu menodong petugas.

Personil lalu melakukan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan tindakan tersangka. Namun, tersangka tidak mengindahkan dan melepaskan anak panah (busur) kepada salah satu personil dan mengenai dada sebelah kanan anggota.

Berntung, personil menggunakan rompi anti peluru, sehingga anak panah (busur) tersebut tidak masuk terlalu dalam. Aksi pelaku inilah yang membuat petugas mengambil tindakan tegas dengan cara menembak dada kiri tersangka.

[NEXT-RASUL]

“Barang bukti yang diamankan empat anak panah dan ketapel dan sepeda motor merek Honda,” kata Erwin.

Ia menambahkan, saat ini Polda Sulsel masih melakukan pengembangan dan mencari DPO Firman dan Sikki yang sebelumnya melakukan kontak senjata pada Februari di Bontonompo yang merupakan kelompotan dari Basri dg Lewa.

“Dia (Basri Dg Lewa) melakukan pencurian dengan cara masuk ke dalam rumah korban dan pelaku mencuri sepeda motor dengan cara menodong korban menggunakan badik dan busur,” beber Erwin. (***)


div>